BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Pelayanan pada hari Jum’at di RSUD Blambangan Banyuwangi sangat terbatas waktunya.
Demikian ungkapan Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi, dr. H. Taufik Hidayat, Sp.And, M.Kes saat ditemui disela-sela kesibukannya, Jum’at (24/08).
“Saat ini kita ada sedikit masalah yang perlu kita selesaikan bersama, karena ada keterbatasan jumlah tenaga medis, yaitu dokter Spesialis Penyakit Dalam dan dokter Spesialis Syaraf. Sedangkan jam kerja dokter pada hari Jum’at yaitu mulai jam 07.00 – 11.00 Wib,” ucap dr. Taufik.
Namun menurutnya, kenyataan dilapangan jumlah pasien pada hari Jum’at melebihi batas waktu jam pemeriksaan tersebut. Kalau pasien diterima semuanya, resikonya dokter yang bersangkutan tidak bisa melaksanakan kewajibannya untuk menunaikan ibadah Shalat Jum’at.
“Jadi, di hari Jum’at itu bukannya kami tidak menerima semua pasien, kami tidak ingin petugas kami tidak shalat Jum’at, karena selama ini mereka tidak sempat shalat Jum’at,” jelasnya.
dr. Taufik menambahkan, agar pemeriksaan Poli itu efektif dan efisien, maka pada hari Jum’at pihaknya membatasi hanya 30 – 35 pasien. Dengan harapan pemeriksaan pasien maksimal jam 12.30 Wib sudah selesai, dan dokternya sebagai muslim bisa melaksanakan kewajiban shalat Jum’at.
“Jika Poli tutup jam 11.00 Wib, sebenarnya kita tidak salah, karena kewajiban kita sebagai pegawai negeri, mulai jam 07.00 – 11.00 Wib,” tegasnya.
Sebagai solusinya, imbuh dr. Taufik, pihaknya ingin ada penambahan dokter spesialis perempuan, supaya kondisi seperti saat ini tidak terjadi lagi.
“Saat ini kami sudah ajukan penambahan dokter spesialis ke Jakarta, mudah-mudahan tahun ini bisa terpenuhi,” harapnya.
Untuk itu, dr. Taufik memohon pengertian masyarakat dengan adanya pembatasan jumlah pasien pada hari Jum’at. Seandainya ada pasien yang memerlukan penanganan darurat, bisa langsung ke UGD yang membuka pelayanan 24 jam.(nng)










