BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Sejumlah Kepala Desa yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi (ASKAB) kompak memberikan dukungan penuh kepada Kepala Desa Gumirih, Murai Ahmad, SH.
Dukungan itu diberikan, karena Murai Ahmad dinilai telah terdzolimi dengan unggahan seorang oknum kader parpol di media sosial.
Dalam unggahannya, Kades Murai dituduh telah memberikan kesempatan seorang caleg yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto saat acara Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Gumirih, Kecamatan Songojuruh, Kamis (24/01).
Dukungan kepada Kades Murai itu disampaikan dalam pertemuan disalah satu rumah makan di Kecamatan Rogojampi, Senin (28/01).
Secara bergantian, sejumlah Kepala Desa menyampaikan dukungannya terhadap Murai dalam menghadapi permasalahan dugaan pelanggaran Undang-Undang Kampanye.
Para kades meyakini jika rekannya tidak melanggar perundang-undangan yang berlaku saat menggelar acara Musrenbangdes Gumirih.
“Untuk menghormati proses pelaporan ke Bawaslu, kami menyarankan kepada Murai untuk mengikuti proses yang ada,” ucap Ahmad Turmudzi, Kades Tegal Arum, Kecamatan Sempu.
Hal itu dilakukan, agar jika laporan tersebut tidak terbukti, maka hal ini kesempatan baginya untuk melaporkan masalah atas dugaan pelanggaran UU ITE.
“Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mendukung sikap Kades Gumirih dalam menggelar Musrenbangdes yang melibatkan sejumlah tokoh politik dan anggota DPRD Banyuwangi,” tegasnya.
Bahkan menurutnya, Musrenbangdes yang dilakukan di Desa Gumirih juga juga sama dengan yang dilakukan di Desa-desa lainnya, yaitu bertujuan memberikan pencerahan politik, bukan yang dituduhkan melakukan kampanye terselubung.
“Kami siap memberi dukungan penuh terhadap Pak Murai,” cetus Ahmad Turmudzi.
Dikesempatan yang sama, Sri Purnanik, Kepala Desa Sumbeberas, Kecamatan Muncar juga menyampaikan, pertemuan hari ini dilaksanakan mendadak, dengan ini pihaknya bisa mendengar langsung penjelasan Kepala Desa Gumirih, dan ternyata informasi yang berkembang di media sosial itu tidak benar.
“Mengundang tokoh politik atau anggota Dewan pastinya tidak hanya dilakukan di Desa Gumirih, di Desa lain juga banyak yang melakukan, terkait datang dan tidaknya, itu urusan lain,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Desa Gumirih, Murai Ahmad menyampaikan ucapan terima kasihnya atas dukungan ini, karena menjadikan motivasi dirinya untuk lebih tegar lagi menghadapi fitnahan yang tidak memiliki dasar.
“Sejak awal, kita tidak ada motivasi untuk menggelar kampanye bagi calon legislatif yang ada,” keluhnya.
Dijelaskan Murai, Musrenbangdes Gumirih digelar dengan tujuan untuk mendapat dukungan para tokoh politik dan anggota DPRD Banyuwangi yang berasal dari Dapil 2.
“Apakah salah Musrenbangdes dihadiri tokoh parpol atau anggota dewan. Kalaupun yang datang hanya Pak Michael. Kalau memang dilarang, apakah ada aturan yang melarangnya,” sebut Murai.
Kalaupun memang ada aturan yang melarang, lanjut Murai, seharusnya dilakukan pencerahan bersama, bukan malah dipolitisir. Bahkan, dengan kejadian ini bisa dilakukan pembahasan guna mengatur regulasi pelaksanaan Musrenbangdes.
“Saat ini saya sedang mengikuti tahapan pelaporan ke Bawaslu. Dan saya tidak takut menghadapi laporan di Bawaslu ini. Apalagi anggota ASKAB sudah siap berada di belakang saya,” tegasnya.
Murai juga menyampaikan, ketika nanti hasil penyelidikan Bawaslu telah selesai, pihaknya akan menempuh jalur hukum.(nng)











