BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Pengajian Mujahadah Nisfussanah yang digelar di lapangan GOR Tawang Alun Banyuwangi, dipastikan tidak bermuatan politis.
Hal itu disampaikan Humas Pengajian Mujahadah Nisfussanah Banyuwangi, Karyono saat Press Rilis yang digelar di Rumah Makan Bajak Laut, Sabtu (03/03) sore.
“Pengajian ini tidak ada keterkaitan dengan politik, dan tetap memegang independensi pengajian,” ucap Karyono.
Menurutnya, ketika nanti ada salah satu calon peserta Pilkada yang hadir, bukan berarti kehadirannya itu kapasitasnya sebagai calon, tetapi sebagai pengamal pengajian.
“InsyaAllah tidak akan ada ajakan, kami juga tidak memasang banner, spanduk dan umbul-umbul salah satu calon, jadi akan kita jaga independensinya,” tegasnya.
Sementara Ketua Pembinaan dan Pengembangan Kelembagaan Mujahadah Nisfussanah, Dr. Aminudin menuturkan, Mujahadah Niafussanah itu adalah membaca shalawat wahidiyah secara bersama-sama dalam satu provinsi.
Pengajian kali ini, kata Aminudin, digelar dengan mengambil tema doa bersama untuk persatuan Bangsa.
“Pengajian ini kita selenggarakan per provinsi rutin setahun dua kali, jadi tiap provinsi digelar enam bulan sekali,” cetusnya.
Advokat Pesantreen Kedung Lo ini menegaskan, pada pengajian di Banyuwangi ini, pihaknya tidak mengundang salah satu Calon Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) yang nanti akan hadir.
“Yang kita undang yaitu pengurus PBNU Jatim, bukan Gus Ipul. Mungkin karena Gus Ipul bagian dari pengurus PBNU, beliau yang ditugaskan hadir mewakili,” ujarnya.
Selain itu, lmbuh Aminudin, istri Gus Ipul sendiri merupakan jama’ah Mujahadah Nisfussanah.
“Tidak sekali ini saja, Gus Ipul juga beberapa kali hadir di pengajian Mujahadah Nisfussanah,” jelasnya.
Dalam press release tersebut, hadir sebagai narasumber, selain Dr. Aminudin, juga hadir H. Basori ketua tim peliputan media, dan ketua Panitia, Isa Al Malik.
Dalam pengajian yang digelar di Banyuwangi, Sabtu (03/03) malam ini, pastikan lebih dari 20 ribu jama’ah akan hadir dari seluruh wilayah di Jatim.(nng)
Teks : (Ki-ka) Isa Al-Malik, Dr. Aminudin, dan H. Basori saat press release.










