JEMBER – Naas dialami oleh penjual masker, Ahmad Sholihin warga Jl. Tronojoyo VI/81 Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kaliwates Jember, bersama rekanya yang belum jelas identitasnya ini harus meregang nyawa akibat di tabrak mobil Panther yang sopirnya diduga mengantuk, Selasa (28/07/2020).
Mobil Panther berwarna meron Nopol P 312 KL ini meluncur dari arah timur, sesampainya di TKP tiba-tiba mobil tersebut oleng dan menabrak penjual masker serta rekannya.
Tidak hanya itu, mobil Panther tersebut juga menabrak satu unit mobil milik PDAM Jember yang kebetulan terparkir di lokasi kejadian, hingga mengakibatkan kerusakan cukup parah di bagian bodi kanan mobil.
Menurut keterangan salah satu satpam PDAM yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian menyampaikan, ” waktu kejadian posisi saya dalam pos, tiba-tiba terjadi kayak benturan kuat, saya kaget dan keluar, tahu-tahu saya lihat sudah ada orang tergeletak dan banyak orang yang berdatangan,” ujarnya.
Ketika ditanya jam berapa kejadian tersebut ,dirinya menjawab. Perkiraan kejadian sekira jam 2 siang, warga berusaha memberikan pertolongan dengan memberhentikan beberapa kali kendaraan yang lewat, namun usaha warga ini jadi sia-sia, karena tidak satupun yang mau berhenti.
Kalau kami lihat di awal korban yang satu langsung meninggal di tempat, tapi yang satunya masih kritis, karna lamanya belum ada pertolongan akhinya teman korban juga meninggal dunia.
Kanit Laka Lantas Polres Jember, Ipda Harry Yuliawan ketika ditemui di lokasi kejadian menyampaikan, ya baru saja terjadi laka, Mobil Panther Nopol P 312 KL yang melaju dari arah timur Jl. Tronojoyo menabrak penjual masker dan temannya.
Ketika ditanya seperti apa kondisi korban saat ini, dirinya menjawab, kedua korban meninggal, sementara sopir kijang mengalami luka, korban dan sopir saat ini berada di Rumah sakit dr. Soebandi Jember.
Ditanya sepeti apa hasil olah TKP yang dilakukan oleh pihak Laka Lantas Polres Jember, dirinya menjawab “sementara waktu anggota masih mengumpulkan data-data di TKP, dugaan sementara sopir mengantuk,” pungkasnya.
Sementara itu Direktur PDAM Jember yang sempat ditemui menyampaikan, pihaknya sangat prihatin sekali dengan kejadian ini.
”Pedagang masker yang kebetulan berjualan di depan kantor kami ini sedikit sebanyak telah banyak membantu kami, saat kami lupa bawa masker langsung aja beli ke Almarhum, dan kami lihat beliau sangat baik sekali,” katanya.
Bahkan seminggu yang lalu, anak saya sempat beli masker dari Almarhum, termasuk masker yang saya pakai ini juga beli dari korban.
“Sebagai rasa prihatin kami, saya dan beberapa karyawan kantor akan ziarah ke rumah korban,” pungkasnya.











