SURABAYA|BIDIK – Koper misterius warna hitam yang diduga berisi bom, yang ditemukan warga di dekat kantor Pengamanan Obyek Vital (Pamobvit) Polrestabes Surabaya, Stasiun Pasar Turi, Jumat (28/7) sekitar pukul 23.50 Wib ternyata hanya berisikan buku novel, baju dan barang pribadi lainnya.
Kapolsek Bubutan Kompol Dies Ferra Ningtyas mengatakan, awal penemuan koper yang diduga berisi bom itu pertama kali ditemukan oleh seorang tukang ojek bernama Kusen.
Ceritanya, Kusen yang saat itu sedang mangkal bersama teman-temannya didepan Stasiun Pasar Turi Surabaya, siang tadi sekitar pukul 13.00 Wib, tiba-tiba kedatangan seorang pria yang menenteng sebuah koper hitam.
Pria yang tidak diketahui identitasnya tersebut kemudian menitipkan koper yang dibawanya kepada Kusen. Pria itu lalu berkata bahwa telah kehilangan dompet dan ingin ke kantor polisi terdekat untuk mengurus surat kehilangan.
Mendapat cerita itu, Kusen dan teman-temannya tak menaruh curiga. Dia lantas mengiyakan permintaan tolong pria misterius tersebut. Namun, setelah lama ditunggu, hingga malam hari sekitar pukul 19.00 Wib, si pemilik koper tak kunjung datang.
“Dari situlah, Kusen mulai panik dan muncul rasa curiga. Kusen lalu melapor ke kantor Pam Obvit Polrestabes Surabaya yang letaknya disebelah Stasiun Pasar Turi,” terang Ferra kepada wartawan, Sabtu dini hari (29/7).
Usai mendapat laporan tersebut, petugas dari Pam Obvit kemudian melaporkan langsung temuan itu ke Kapolrestabes Surabaya. Hingga akhirnya, Kapolrestabes memerintahkan anggotanya di Polsek Bubutan untuk memeriksa koper hitam yang diduga berisi bom itu.
Ferra bersama anggotanya langsung ke lokasi. Saat di cek kesana, ternyata benar ada sebuah koper hitam. Ferra dan anggotanya kemudian bersiaga dan menghimbau masyarakat agar tidak mendekat. Tentunya dengan memasang garis polisi.
Pihaknya kemudian segera berkoordinasi dengan tim Jihandak Sat Brimob Polda Jatim. Namun setelah diperiksa, kemudian dibuka koper hitam tersebut, ternyata hanya berisi beberapa potong baju, buku-buku novel dan barang pribadi lainnya.
“Sejauh ini tidak ada benda-benda yang mencurigakan. Namun yang jelas sesuai SOP-nya, Tim Jihandak Sat Brimob harus didatangkan ketika menemukan benda yang mencurigakan. Daripada kita under estimate, dan ditakutkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas alumnus Akpol 2005 itu.
Sementara untuk Kusen, sang tukang ojek yang menemukan koper tersebut saat ini sedang diperiksa di Mapolsek Bubutan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.Riz






