BATU I bidik.news – Wali Kota Batu Nurochman dan Wawali Heli Suyanto bakal bangkitkan manajemen perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Batu yang mati suri.
BUMD PT Batu Wisata Resource (BWR) ini akan dibangkitkan untuk mengelola hasil pertanian, sampah dan pasar.
“Pemkot Batu miliki dua BUMD. Yakni Perumdam Among Tirto yang bergerak di bidang pelayanan dan penyediaan jasa air bersih bagi masyarakat Kota Batu. Satunya adalah BWR yang saat ini mati suri karena pengelolaan yang tidak profesional,” kata Cak Nur sapaan akrabnya Wali Kota Batu.
Ini kata dia,menjelaskan BWR saat ini masuk dalam tahapan penyelesaian terkait permasalahan yang dialami. Tahapan penyelesaian dimaksud telah dibahas oleh eksekutif dan legislatif.
“Informasi yang kami terima dari Komisaris PT. BWR menerangkan bahwa PT BWR telah menerima pengembalian uang modal kerjasama dari pihak ketiga ke rekening PT. BWR dengan total Rp. 6.050.000.000,” paparnya.
Dari kondisi penyertaan modal yang telah dikembalikan dari pihak ketiga, menurut Cak Nur telah dilakukan pemblokiran terhadap dana tersebut. Sehingga uang tersebut tidak bisa digunakan, terlebih struktur dari direksi juga sudah tidak ada.
“Hasil pembahasan penyelesaian oleh eksekutif dan legislatif mengacu PP 54 tahun 2017 tentang BUMD bisa dilakukan restrukturisasi untuk menyehatkan BUMD agar dapat beroperasi secara efisien, akuntabel, transparan dan profesional,” ungkapnya.
Lantas ujar dia,restrukturisasi dilaksanakan dengan memperhatikan efisiensi biaya, manfaat dan resiko.
Restrukturisasi, meliputi restrukturisasi regulasi dan/atau restrukturisasi perusahaan dilaksanakan melalui restrukturisasi internal mencakup keuangan, manajemen, operasi, sistem dan prosedur.
“Kemudian penataan hubungan fungsional antara pemerintah daerah dan BUMD untuk menetapkan arah dalam rangka pelaksanaan kewajiban pelayanan publik,” tegasnya.
Selanjutnya tegas dia, akan segera bahas dalam waktu dekat ini.Sesuai dengan program “mBatu SAE” pihaknya berencana membentuk BUMD untuk mengelola hasil pertanian, sampah, dan pasar yang kami nilai memiliki potensi lebih,” tandasnya.
Ini tandas dia,BUMD tersebut bisa dapat menerima hasil produk pertanian dari petani Kota Batu agar ketika saat panen raya harga tidak anjlok. BUMD tersebut akan memasarkan produk pertanian itu bekerja sama dengan pihak ketiga.
“Terkait sampah yang masih menjadi problem lingkungan di Kota Batu. Nantinya hasil pengolahan sampah seperti pupuk organis maupun sampah an organik yang masih memiliki nilai jual untuk daur ulang bisa dibeli oleh BUMD dari TPST 3R di 24 desa/kelurahan,” katanya.
Selain itu, papar dia,BUMD tersebut nantinya akan mengelola Pasar Induk Among Tani supaya lebih profesional. Dengan harapan pasar tradisional tersebut semakin ramai pembeli.
“BUMD bisa mengatur segala hal terkait pasar,mulai dari parkir, pedagang, hingga pengelolaan sampah.Serta memberikan pendampingan kepada pedagang untuk memasarkan produknya,” tuturnya. (Gus)











