• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home PEMERINTAHAN

Dianggap Tak Pro Rakyat, DPRD Jatim Tolak Pemberlakuan Ganjil Genap Di Pasar Tradisional

Rofik hardian by Rofik hardian
6 years ago
in PEMERINTAHAN
Reading Time: 2 mins read
0
Dwi Hari Cahyono Ketua Fraksi KBN DPRD Jatim

Dwi Hari Cahyono Ketua Fraksi KBN DPRD Jatim

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA – Dinilai tak pro rakyat, khususnya pedagang di pasar tradisional, DPRD Jatim secara tegas menolak kebijakan gubernur Khofifah dengan memberlaukan ganjil genap di pasar tradisional di Jatim. Kebijakan tersebut oleh pihak legislative sebagai kebijakan aneh dan terkesan tak membela pedagang ditingkat bawah khususnya di pasar tradisional.

Sekedar diketahui,munculnya klaster baru di pasar Pujon Malang sebagai sebaran pandemi Covid-19, menginisiasi dari Gubernur Jatim Khofifah untuk memberlakukan system ganjil genap di pasar tradisional. Rencananya, system tersebut diberlakukan mulai hari ini, Rabu (6/4)diseluruh pasar tradisional di Jatim.

Dalam pemberlakuan system ganjil genap tersebut, yakni, kios dengan nomor urut 1, 5, 7, dan seterusnya hanya boleh membuka lapak pada tanggal ganjil. Begitu pula dengan kios bernomor urut genap. System ini mencontoh negara Vietnam yang bertujuan untuk mengatur jarak fisik dan kontak antarpedagang dengan ganjil genap.

Dengan penerapan ganjil genap tersebut, gubernur Khofifah berharap bisa memutus mata rantai penularan Covid-19. Hal ini juga sebagai tindak lanjut fenomena klaster di Jatim yang harus segera ditangani, salah satunya di Pasar Pujon, Kabupaten Malang.

“Kami berharap ditengah pandemic Covid-19 ini, gubernur tetap memperhatikan perekonomian masyarakat terpuruk. Bukan malah membuat kebijakan yang membuat rakyat semakin terpuruk. Buat apa diberlakukan ganjil genap di pasar tradisional. Ini justru merugikan pedagang. Kami dengan tegas menolak kalau kebijakan ini diperuntukkan pedagang saja,”ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Dwi Hari Cahyono ,Rabu (6/5).

Dikatakan oleh pria yang juga ketua Fraksi Partai Keadilan Bintang Nurani( FKBN) DPRD Jatim ini bahwa dipasar tradisional, letak antar kios satu dengan yang lainnya sudah satu meter lebih, sehingga penerapan ganjil genap tak layak diberlakukan.
“ Untuk pedagang sudah berjarak. Saat ini yang harus diatur itu pembeli, bukan pedagang,”jelas mantan Direktur PD Jasa Yasa ini.

Saat ini yang harus menjadi perhatian dari gubernur adalah pembeli yang ada di pasar tradisional.” Harus mengerahkan relawan yang bertugas di pasar untuk mengingatkan pembeli dan pedagang untuk tetap jaga jarak, mencuci tangan hingga menggunakan masker. Bisa juga lewat pengeras suara dipasang untuk mengingatkan himbauan pemerintah tersebut,”jelas politisi PKS(Partai Keadilan Sejahtera) ini.

Diungkapkan pria asal Turen Malang ini, saat ini kondisi ekonomi rakyat sudah susah akibat Pandemi Covid-19, tentunya jika diberlakukan system ganjil genap, pendapatan pedagang akan semakin turun lagi.” Seharusnya Pemprov maupun gubernur berpikir ke arah sana,”lanjut pria yang juga bendahara Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Malang Raya.

Tak hanya itu, lanjut Dwi, pihaknya juga meragukan jika system ini diberlakukan, akan menjamin pandemic Covid-19 akan menurun.” Tak menjamin jika ganjil genap diberlakukan pandemic menurun. Gubernur maupun Pemprov tak berani menjamin untuk itu. Ini jelas kebijakan yang mengancam kelangsungan perekonomian pedagang pasar tradisional di Jatim,”tandasnya. (rofik)

Related Posts:

  • sowan
    Bupati Faida Sowan Kepasar-pasar Tradisional
  • tegaskan
    Bupati Faida Tegaskan,Pasar Tradisional Perlu Ditata…
  • KHOFIFAH di sidoarjo pasar
    Gubernur Khofifah: Stop Impor Bawang Merah di Jatim
  • revitalisasi pasar balung
    Revitalisasi Pasar Balung Direspon Positif Pedagang Pasar
  • IMG-20190211-WA0006
    Menyandang Kota Wisata, Jalan Pasar Batu Tak Terawat
  • IMG-20181122-WA0019
    Bupati Jember Dan Sesmenko Perekonomian RI Kunjungi…
Previous Post

Marak Rentenir Berkedok Koperasi, LBH Malang : Kepala Daerah Harus Ambil Sikap

Next Post

Penyerahan Tahap II Tersangka Kasus Suap Bupati Sidoarjo

Rofik hardian

Rofik hardian

RelatedPosts

DJKA & KAI Commuter Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo
EKBIS

DJKA & KAI Commuter Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

by Haria Kamandanu
17/01/2026
0

SURABAYA | bidik.news -Perkembangan perkeretaapian terus menunjukkan peningkatan baik sarana ataupun prasarananya. Peningkatan ini tidak lepas dari peran pemerintah dalam...

Read moreDetails
Kecewa: Warga menjadikan jalan sebagai wahana atau sport pancinng.

Kecewa: Warga menjadikan jalan sebagai wahana atau sport pancinng.

17/01/2026
Kinerja Penjualan Eceran Kota Surabaya Desember 2025 Tetap Tumbuh Positif

Kinerja Penjualan Eceran Kota Surabaya Desember 2025 Tetap Tumbuh Positif

16/01/2026

PA Gresik Gandeng YLBH FT, Disnaker, Kominfo, dan Kadin Lindungi Hak Perempuan dan Anak Korban Perceraian

16/01/2026

Dihadiri Wagub Emil, PKDI Jatim Siap Sukseskan Program Nasional Meski Fiskal Desa Terbatas

16/01/2026

Kakanwil dan Kalapas se-Jatim Panen Raya Semangka di Banyuwangi

16/01/2026
Next Post
Penyerahan Tahap II Tersangka Kasus Suap Bupati Sidoarjo

Penyerahan Tahap II Tersangka Kasus Suap Bupati Sidoarjo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

DJKA & KAI Commuter Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

DJKA & KAI Commuter Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

17/01/2026
Kecewa: Warga menjadikan jalan sebagai wahana atau sport pancinng.

Kecewa: Warga menjadikan jalan sebagai wahana atau sport pancinng.

17/01/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.