BONDOWOSO | BIDIK – Keberhasilan PLN (Persero) Disjatim untuk melistriki daerah-daerah yang terpelosok dan terisolir, bukan saja akan berdampak pada peningkatan Rasio Elektrifikasi di Jatim, melainkan yang lebih penting lagi ketersediaan listrik dipastikan akan membawa perubahan yang mendasar pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
PT PLN (Persero) Disjatim melalui Area Situbondo telah berhasil menerangi 2 desa terpencil yang ada di Kabupaten Bondowoso.
Desa Jirek Mas di Kecamatan Cermee dan Desa Penang di Kecamatan Batulinggo merupakan 2 desa terpencil di Bondowoso yang berhasil “ditembus” oleh jaringan listrik PLN dan mulai dioperasikan pada Selasa, (20/6/2017).
Peresmian pengoperasian jaringan distribusi tenaga listrik 20 kV/220V dilakukan Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) Amin Subekti dan Bupati Bondowoso Amin Said Husni yang ditandai dengan menghidupkan Mini Circuit Breaker (MCB) dan pengisian pulsa listrik di salah satu rumah pelanggan di Desa Jirek Mas.
“Dengan masuknya listrik ke Desa Jirek Mas dan Desa Penang ini, menjadi desa terakhir di daratan Jatim yang berhasil dilistriki oleh PLN.” ujar GM PLN Disjatim, Dwi Kusnanto di Bondowoso, Selasa (20/6/2017)
Kehadiran listrik di 2 desa yang relatif berada di lokasi yang terpelosok ini menjadi Berkah Ramadhan bagi masyarakat Desa Jirek dan Desa Penang sehingga kegelapan yang selama bertahun-tahun menyergap desa itu, kini telah berganti dengan terang lampu listrik.
Diharapkan dengan telah tersedianya listrik ini, akan membawa perubahan yang mendasar bagi kehidupan masyarakat setempat ke a ah yang lebih baik, sekaligus diharapkan dapat memanfaatkan listrik yang sudah tersedia secara lebih produktif untuk meningkatkan taraf kehidupan ekonomi masyarakat.
PLN akan terus berupaya keras untuk dapat melistriki daerah-daerah terpencil dan terisolir, terutama yang berada di pulau-pulau di daerah Madura. “Ini akan menjadi wujud nyata dari Listrik yang berkeadilan dan benar-benar bisa dirasakan oleh semua masyarakat”, ujarnya.
Desa Jirek Mas dan Desa Penang berjarak sekitar 70 Km dari pusat Kota Bondowoso. Untuk mencapai kedua desa tersebut, harus menembus hutan milik Perhutani dengan melalui ruas jalan yang sempit, berbatuan dan menanjak dengan jurang di sisi kiri dan kanan jalan.
Sulitnya kondisi geografis untuk menuju ke dua desa tadi, ditengah suasana puasa di bulan Ramadhan, tidak menyurutkan tekad dan semangat PLN untuk menarik jaringan listrik ke desa yang dihuni oleh sekitar 1.100 pelanggan tersebut.
Lebih dari 497 tiang beton ditanam di sepanjang ruas jalan berbatuan menuju kedua desa itu, selain itu PLN juga memasang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 15,4 Kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 10,7 Kms dan 4 trafo dengan kapasitas 100 KVA.
Pekerjaan konstruksi jaringan sepanjang 15 Km tersebut, dikerjakan oleh PLN Area Situbondo selama lebih kurang 1 bulan dengan didukung puluhan tenaga kerja yang berpengalaman.
Pada kesempatan yang sama, juga diserahkan bantuan CSR sebesar Rp180 juta untuk pengembangan pendidikan dua SD yang ada di Desa Jirek Mas dan pengembangan sasaran ibadah untuk beberapa Masjid/Musholla di Desa Jirek Mas dan Desa Penang. (hari)







