PROBOLINGGO l bidik.news – Partai Demokrat Jawa Timur menggelar Pendidikan Politik (Dikpol) di Bromo Park Hotel, Kota Probolinggo pada Minggu 21 September 2025. Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti sekitar 200 kader dari jajaran DPC, PAC, hingga ranting se-Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Kehadiran ratusan peserta menjadi bukti nyata semangat baru Demokrat untuk kembali menata kekuatan politik menuju Pemilu 2029.
Bendahara DPD Partai Demokrat Jawa Timur, dr. Agung Mulyono, hadir mewakili Ketua DPD Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak.
Turut hadir pula Plt Sekretaris DPD Demokrat Jatim Mugiyanto, Ketua BPOKK Demokrat Jatim Nur Muhyidin, Kepala Badan Saksi Junaidi, serta pengurus DPD Demokrat Jatim lainnya.
Kehadiran jajaran pengurus ini menegaskan keseriusan Demokrat Jatim dalam memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat bawah.
Dari pantauan, dalam acara itu, pengurus DPD Demokrat Jatim juga memberikan santunan kepada 24 anak yatim, sebagai tanda rasa syukur HUT ke-24 Demokrat.
Dalam sambutannya, dr. Agung Mulyono menyampaikan salam Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono AHY, Sekjen Demokrat Herman Khaeron dan Ketua DPD Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak kepada seluruh kader yang hadir.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim itu mengingatkan seluruh kader agar memegang teguh konsep dua “M”: Mulai dari diri sendiri, dan Mulai dari hari ini.
“Jadi demi kejayaan Partai Demokrat, kita harus mulai dengan dua M. Pertemuan hari ini menjadi start. Pulang dari sini, besok niatkan diri dengan dua M tadi. Kita fokus di daerah yang belum punya kursi DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota, bahkan DPD akan turun langsung ke PAC dan ranting,” ujarnya.
Anggota DPRD Jatim tiga periode itu juga menambahkan, semangat ini harus diikuti dengan pembenahan struktur dan penggerakan jaringan agar Demokrat semakin solid.
Dokter Agung menegaskan, partai akan memprioritaskan daerah yang belum memiliki kursi legislatif seperti Probolinggo, Pasuruan, Kota Pasuruan, dan Jember.
“Yang kosong kita dahulukan. Kita jangan kerja SKS (Sistem Kebut Setahun), tapi mulai dari sekarang. Mumpung masih ada waktu, mari kita tata masa depan Partai Demokrat dari hari ini,” tegasnya.
Ia mengingatkan kepada ratusan kader yang hadir, kemenangan Pemilu 2009 di era Bpk. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus menjadi inspirasi.
“Kita ingin mengulang kemewahan Partai Demokrat dua ribu Sembilan pada masa kejayaan kepemimpinan Pak SBY. Menduduki ketua DPR-RI dan ketua DPRD Jatim, kita ingin mengulangnya di tahun dua ribu dua sembilan nanti,” tambahnya penuh optimisme.
Plt Sekretaris DPD Demokrat Jatim, Mugiyanto, menyampaikan bahwa Dikpol ini bukan hanya ajang konsolidasi, tetapi juga persiapan penguatan struktur organisasi partai di wilayah yang masih kosong kursi.
“Kami selain mengadakan Dikpol, juga mempersiapkan struktur organisasi. Di empat wilayah yang diikuti kemarin tidak punya kursi DPRD kabupaten/kota. Pembenahan struktur kita pacu dan dilengkapi. Targetnya di tahun dua ribu dua sembilan, semua tingkatan bisa mendapatkan kursi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendampingan dari pengurus DPD akan terus dilakukan untuk memastikan kabupaten/kota yang belum memiliki kursi bisa menembus parlemen.
Sementara itu, Ketua BPOKK Demokrat Jatim, Nur Muhyidin, menegaskan bahwa kunci kemenangan Demokrat adalah memperkuat basis partai di tingkat desa.
“Bagi kami, BPOKK mulai fokus membangun struktur partai di tingkat basis pedesaan. Struktur partai yang kuat adalah kunci sukses menuju Pemilu 2029,” ungkapnya.
Nur Muhyidin juga memaparkan pembaruan sistem organisasi, terutama dalam pengelolaan saksi dan logistik pemilu.
“Rekening saksi kini menjadi syarat bagi calon saksi. Pembayaran honor pun langsung ke rekening masing-masing, sehingga lebih transparan dan akuntabel. Dengan begitu, urusan saksi dan logistik bisa lebih tertata,” tegasnya.( Rofik )











