SURABAYA – Untuk ke empat kalinya, PT. Debindo Mitra Tama (DMT) tahun ini kembali menggelar ‘Batik Fashion Fair 2019’ di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Rabu (27/11/2019). Kegiatan yang berlangsung 27 November – 1 Desember 2019 ini terbuka untuk umum alias gratis. Para pecinta batik bebas leluasa memilih bahan atau motif batik yang disukai.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim, Arumi Bachsin mengatakan, kegiatan ini sekaligus menjadi program kerja terakhir atau penutup tahun 2019 dari Dekranasda Provinsi Jatim. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, untuk yang ke-4 kalinya bertema Sustainable Fashion,” kata Arumi.
Istri Emil Dardak Wagub Jatim ini menyampaikan, bahwa sustainabelity menjadi isu global. Limbah dari fashion mulai tekstil dan limbah kimiawi yang dihasilkan oleh industri fashion juga menjadi hal penting.

“Selain menghasilkan sampah, juga produk kimia, karena manajemen limbah yang kurang bagus bisa merusak lingkungan dan kesehatan. Itulah alasan tema ini diangkat,” tegas Arumi.
Sementara Direktur Operasional PT. Debindo Mitra Tama, Boediono menambahkan, selain ‘Batik Fashion Fair 2019’ di Grand City. Secara bersamaan pihaknya juga menggelar pameran ‘Gebyar Teknologi’ di Dyandra Convention Center.
“Ada 2 pameran (bersamaan), kami menyediakan fasilitas shuttle, transport gratis untuk pengunjung. Fasilitas shuttle bisa digunakan agar pengunjung di 2 lokasi bisa saling berkunjung, baik di pameran batik dan teknologi secara gratis. Agar hasil pameran UKM bisa dinikmati pengunjung di 2 lokasi sekaligus, Grand City dan Dyandra Convention Center,” kata Boediono.
Even ‘Batik Fashion Fair 2019’ diikuti 120 peserta dengan 200 stand. Mereka diantaranya pernah menjadi peserta di kegiatan serupa dan kembali mendaftar sebagai peserta pada tahun ini.
“Kami menargetkan bisa meraup transaksi mencapai Rp 5 miliar. Target transaksi tersebut sama seperti tahun lalu. Tapi bagi kami bukan angkanya, yang penting kepuasan dari peserta dan pengujung yang datang,” tegasnya.
Untuk diketahui, berbagai event yang digelar DMT selalu dipenuhi oleh pendaftar untuk hadir sebagai peserta. Tidak hanya para perajin batik, termasuk beberapa media lokal juga turut berpartisipasi.









