SIDOARJO l bidik.news – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto, MARS bersama Wamenkes RI dr .Benjamin Paulus Oktavianus meninjau langsung hasil renovasi dan pengembangan Rumah Sakit Ibu dan Anak ( RSIA ) Buah Delima di daerah larangan Sidoarjo pada hari Jumat ( 23/1/2026 ).
Dalam kunjungan tersebut, Anggota Komisi E DPRD Jatim bidang kesehatan yang juga berlatar belakang dokter ini menekankan pentingnya aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat luas melalui kerjasama dengan BPJS Kesehatan, serta dukungan terhadap program nasional penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Politisi asal Partai Gerindra ini mengungkapkan bahwa renovasi RSIA ini bertujuan mengubah status fasilitas kesehatan tersebut dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) menjadi rumah sakit yang memiliki cakupan layanan lebih luas.
“Kami dari Dewan Jatim membantu untuk renovasi pembangunan ini dalam rangka pengembangan layanan RSIA. Alhamdulillah, itu sudah dilakukan dan perkembangannya sudah terlihat,” ujar dr. Benjamin usai dampingi kunjungan Kerja Wamenkes pada Jum’at ( 23/1/2026 ).
Pasca renovasi, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim ini mendorong kemitraan dengan BPJS Kesehatan . Ia menyarankan urgensi agar RSIA Buah Delima di daerah larangan Sidoarjo segera menjalin kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
” Sudah lama RSIA Buah Delima di Larangan Sidoarjo ini berdiri sekitar tahun 1999 , sejarah dan rekam jejak rumah sakit ini harus menjadi pertimbangan bagi BPJS untuk menerima usulan kerjasama tersebut , ” terangnya.
Politisi asal Dapil Sidoarjo ini menegaskan bahwa esensi dari BPJS adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan semakin banyaknya rumah sakit yang bekerja sama, masyarakat memiliki keleluasaan memilih fasilitas kesehatan terbaik dan terdekat.
“Kami dari Dewan akan mengusulkan kepada BPJS agar rumah sakit ini bisa menjadi bagian dari pelayanan BPJS. Prinsipnya, silakan rumah sakit manapun buka, nanti masyarakat yang akan memilih mau berobat ke mana. Kami akan berusaha mendaftarkan agar rumah sakit ini bisa turut serta melayani pasien BPJS,” tegas dr .Ben sapaan akrab dr.Benjamin
Selain aspek infrastruktur dan administrasi, dr.Ben juga menyoroti peningkatan standar pelayanan kesehatan ibu dan anak. Mengutip arahan Wakil Menteri Kesehatan dan visi Presiden Prabowo Subianto, dr.Ben menekankan pentingnya deteksi dini untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Anggota Komisi E DPRD Jatim bidang kesehatan menjelaskan adanya perubahan standar pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care) yang kini ditingkatkan frekuensinya.
“Tujuan Pak Prabowo jelas, yaitu menurunkan angka kematian ibu dan anak. Makanya standar pemeriksaan kehamilan diperketat. Dulu standarnya 6 kali, sekarang menjadi 8 kali selama masa kehamilan,” jelas Ketua KESIRA Jatim.
Peningkatan frekuensi pemeriksaan ini diharapkan dapat mendeteksi kelainan pada janin maupun kondisi kesehatan ibu sejak dini.
“Harapannya, dengan diperiksa 8 kali, segala risiko bisa terdeteksi dari awal. Sehingga penanganan medis bisa dilakukan dengan cepat untuk menjaga keselamatan nyawa ibu dan bayinya,” pungkas nya.( Rofik )










