BIDIK NEWS | SURABAYA – Crown Group, perusahaan pengembang hunian swasta terbesar yang berbasis di Syidney Australia pada 2019 ini menghadirkan 4 proyek sekaligus di 3 negara yang berbeda. Proyek senilai Rp 50 triliun tersebut masing-masing berada di Melbourne dan Brisbane Australia, Los Angeles Amerika Serikat dan Jakarta Indonesia.
Mewakili CEO Crown Group, Iwan Sunito, GM Strategic & Corpotare Communications Crown Group Indonesia, Bagus Sukmana kepada media Surabaya menjelaskan, ada 4 proyek yang akan hadir di tahun ini yang tidak hanya ada di Australia. Hal ini menjadi langkah strategi untuk menjadi pemain global di dunia.
“Kami memilih lokasi tersebut dengan berbagai macam pertimbangan, seperti di Melbourne-Southbank yang menjadi Jogya-nya Australia. Karena terkenal dengan kawasan seni dan hiburan. Juga Brisbane-West Side yang diprediksi jadi tujuan destinasi. Mengusung konsep River Front bergaya resor dengan 4 menara hunian. Sementara Amerika Serikat dan Indonesia baru perdana. Los Angeles ada di AS dan Jakarta ada di Ancol,” kata Bagus, Selasa (22/1).
Untuk total investasi masing-masing proyek, Bagus tidak menjelaskan secara detail. Hanya saja proyek yang ada di Jakarta senilai Rp 8,7 triliun. Untuk hunian yang ada di Ancol Jakarta ini rencananya akan ada 6 menara yang akan digarap step by step dengan total sekitar 2.700 unit. Proyek pertama akan digarap 2 menara dan diperkirakan akan rampung Oktober mendatang.
“Rencananya Oktober mendatang akan selesai dan akan dipasarkan November secara umum. Tapi untuk harganya belum kami rilis, karena unitnya kan belum jadi,” tutur Bagus.
Hunian yang ada di Ancol ini ditawarkan untuk segmen menengah keatas. Dengan menghadirkan the first Beach Club yang belum ada di Indonesia, Crown Group optimis bakal menjadi salah satu hunian penduduk lokal di Jakarta dan sekitarnya.
“Kata pak Iwan, khusus di Indonesia ini adalah upaya ‘pulang kampung’. Beliau ingin mewujudkan mimpi untuk bisa membangun menara hunian ditanah kelahiran kami. Dengan konsep Sea Front bergaya resor yang akan menjadi kawasan beach club pertama di Ancol. Kami memakai Koichi Takada untuk mendesain hunian ini,” jelasnya.
Sementara itu, Bagus menyebutkan, ke-4 proyek ini diharapkan rampung 3 – 4 tahun kedepan. “Sekitar tahun 2023 mendatang diharapkan sudah rampung semua. Karena proyek ini kan digarap step by step, jadi tidak bisa langsung selesai. Beberapa akan mulai dipasarkan pada kuartal ke-3 dan ke-4,” pungkasnya. (hari)









