BIDIK NEWS | JAKARTA – Tahun ini Crown Group akan meluncurkan proyek pertamanya di Melbourne dengan proyek hunian bertemakan seni baru yang memukau di Southbank. Proyek ini telah mendapat persetujuan perencanaan dari City of Melbourne, Januari lalu.
Mengikuti tradisi terobosan Crown Group, menara apartemen yang terinspirasi seni ini, dirancang oleh Koichi Takada Architects terkenal di dunia dan akan menjadi mahakarya desain serta landmark bagi Melbourne.
Desain yang menarik akan mengubah wajah Southbank dan melengkapi rencana pembangunan kembali Pemerintah Victoria senilai Rp 2 triliun atas kawasan seni yang terkenal tersebut.
Proyek ini bentuk kolaborasi dengan pengembang bereputasi asal Melbourne, G3 Projects, dan akan menghadirkan 2 menara hunian setinggi 14 dan 16 lantai yang terletak di area seluas 2,070 meter persegi yang berlokasi di 175 Sturt Street.
Ke-2 menara ini akan menampung 152 unit apartemen mewah bertipe studio, 1, 2 dan 3 kamar tidur serta area umum yang luas. G3 Projects telah lama dikenal dengan berbagai proyek butik yang sophisticated di Melbourne.
Para penghuni nantinya akan memiliki akses ke fasilitas bergaya resor khas Crown Group, yang meliputi lounge dan taman di rooftop, teater, area bermain anak-anak, gym, dan kolam renang indoor. Juga akan ada kafe yang terletak di lantai dasar dan parkir untuk 140 mobil dan 40 sepeda di podium 4 lantai.
Desainnya berupaya merayakan seni khas Melbourne yang berkembang pesat dan salah satu fitur utamanya adalah ruang seni komunitas di lantai bawah yang akan menyediakan ruang untuk menyelenggarakan pameran dan instalasi, serta pertemuan budaya.
Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito mengatakan, proyek ini bagian dari visi Crown Group untuk mengembangkan pembangunan sejumlah proyek hunian senilai Rp 30 triliun di Melbourne.
“Ini adalah bagian dari strategi think big, start small. Rencana kami yang lebih besar adalah menumbuhkan jaringan proyek di Melbourne, tetapi kami ingin memulai dengan satu proyek terlebih dahulu untuk menguji pasar. Visi kami bukan hanya membangun gedung apartemen, tetapi untuk menciptakan hunian yang memiliki cerita,” katanya, Senin (8/4).
Warga Melbourne, lanjut Iwan, sangat bersemangat dalam hal seni dan budaya, dan salah satu kota yang paling berbudaya di dunia. “Kami memilih lokasi ini dari banyak pilihan yang tersedia untuk Crown Group, karena letaknya yang strategis di kawasan seni dan dekat dengan St Kilda Road. Dengan pemandangan yang tidak terhalang ke kota, dan anda dapat dengan mudah berjalan ke semua galeri dan teater di kawasan ini,” tegasnya sembari menambahkan konstruksi akan dimulai pada 2021 mendatang.
Arsitek Koichi Takada menambahkan, Dia terinspirasi oleh gambar- gambar seni sebelum akhirnya muncul dengan desain gedung, dengan 2 menara putih yang membentuk lengkungan, dan dikelilingi oleh “pita” putih.
“Pita-pita tersebut akan membentuk pola yang indah yang memancarkan kilau putih, memantulkan cahaya, dan menciptakan kesan kanvas yang terus berubah dan akan menjadi pusat perhatian bagi orang-orang di sekitarnya,” katanya.
Proyek ini melengkapi rencana Pemerintah Victoria yang berinvestasi lebih Rp 2 triliun selama 2 tahun ke depan untuk menata kembali kawasan Southbank dan area seni di sekitarnya, yang diharapkan dapat menarik tambahan sekitar 3 juta pengunjung setiap tahunnya.
Kawasan ini akan menampung NGV Contemporary baru, sebuah ikon seni baru untuk Melbourne dan galeri seni dan desain kontemporer terbesar di Australia yang terletak di 77 Southbank Boulevard.
Area ini juga akan menjadi tuan rumah bagi Australian Performing Arts Gallery dan membangun kembali salah satu landmark Melbourne yang paling terkenal, Arts Centre Melbourne’s Theatre. (hari)









