BIDIK NEWS | JAKARTA – Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI), perusahaan penjual, produsen, dan distribusi minuman di Indonesia menunjuk Citi Indonesia sebagai penyedia solusi Cash Management dan Trade Finance. Kesepakatan ini ditandatangani CEO Citi Indonesia Batara Sianturi, Presdir CCAI Kadir Gunduz, Managing Director, Head of Global Subsidiaries Group Citi Indonesia Riko Tasmaya dan Finance and Governance Director CCAI Thomas Praming, Selasa (13/2).
Di Asia Pasifik, bisnis Treasury and Trade Solutions (TTS) Citi menyediakan layanan cash management dan trade finance terintegrasi untuk perusahaan-perusahaan multinasional, lembaga keuangan, dan sektor publik di seluruh dunia. Dengan menggunakan platform, tools dan analitik berbasis digital dan mobile yang lengkap, TTS terus memimpin dalam memberikan solusi yang inovatif dan disesuaikan bagi nasabah Citi.
Kadir Gunduz mengatakan, bekerja dengan mitra yang tepat sangatlah penting bagi perjalanan transformasi CCAI. “Saat ini, CCAI dengan 10.000 tenaga kerja melayani lebih dari 830,000 pelanggan dan jumlahnya terus meningkat. Karena itu, kami menyadari pentingnya kerja sama dengan mitra yang mengerti skala bisnis dan ambisi masa depan perusahaan kami,” ungkapnya.
Selama 2017, lanjutnya, CCAI telah menanam investasi lebih dari US$ 110 juta dalam bentuk Mega Distribution Center dan beberapa lini produksi baru. “Kami tahu Citi memiliki puluhan tahun pengalaman, inovasi, dan teknologi terdepan yang kami percaya dapat memberikan nilai tambah dalam rencana pertumbuhan bisnis CCAI,” tambah Kadir.
Riko Tasmaya menbahkan, Citi memiliki hubungan yang baik di tingkat global dengan Coca-Cola Amatil di Australia dan Indonesia, dalam hal Treasury and Trade Solutions, Capital Markets, Risk Management dan Corporate Finance.
“Kepercayaan ini semakin memperkuat kemitraan yang sudah terjalin lama, dan kami mengucapkan terima kasih kepada Coca-Cola Amatil atas kepercayaan mereka yang terus berlanjut kepada Citi. Sebagai bank pilihan dan penasihat keuangan terpercaya, kami berharap dapat terus menawarkan proposisi nilai yang unik, dengan memanfaatkan kekuatan jaringan global kami dan inovasi digital untuk mendukung pertumbuhan CCAI,” imbuh Riko.
Director, Head of Treasury and Trade Solutions Citi Indonesia Vincent C. Soegianto menjelaskan, solusi Cash Management dari Citi memiliki kemampuan untuk mengotomatisasi proses pembayaran CCAI melalui konektivitas host-to-host, menghadirkan proses rekonsiliasi tanpa hambatan, dan menyajikan laporan dalam bentuk digital yang aman.
“Solusi kami yang lengkap dan terdepan di industri keuangan memungkinkan CCAI dalam mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi, meningkatkan visibilitas dan kontrol, mempercepat proses dan meminimalkan risiko transaksi,” tambahnya.
Citi juga menerapkan Supplier Finance Program untuk CCAI, yang memungkinkan CCAI untuk memperbaiki waktu Day Payable Outstanding dan meningkatkan siklus perputaran kas dengan memperpanjang jangka waktu pembayaran. Bersamaan dengan itu, para suplier CCAI juga dapat membiayai piutang mereka dengan tingkat suku bunga yang menarik dibanding apa yang selama ini mereka dapatkan. “Ini akan menguntungkan kedua belah pihak, baik CCAI maupun suplier,” tutup Vincent. (hari)
Teks : (ki-ka) Ernesto Pittaluga, Riko Tasmaya, Batara Sianturi, Kadir Gunduz, Thomas Praming dan Vincent C. Soegianto usai MoU antara Citi Indonesia dengan CCAI. (Foto : ist)










