JEMBER – Demi mencegah terjadinya banjir susulan, Muspika, PBD, PU Bina Marga, dan masyarakat bergotong-royong membersihkan saluran irigasi yang tersumbat sampah di Desa/Kecamatan Pakusari, Sabtu (29/1/2022).
Ketua PBD Pakusari, Markus mengatakan saluran irigasi tersebut sudah tersumbat sejak beberapa waktu yang lalu. Namun baru kali ini dibersihkan setelah kemarin terjadi banjir di wilayah setempat.
“Makanya sejak kemarin kami bersama-sama bergerak cepat membersihkan saluran irigasi di beberapa titik. Mengingat curah hujan masih tinggi. Kalau tidak segera dibersihkan, khawatir terjadi banjir lagi,” tegasnya, Minggu (29/1/2022).
Markus melanjutkan, saluran irigasi di beberapa tempat banyak yang tersumbat oleh sampah organik. Seperti plastik, popok bayi, dan yang lainnya.
“Makanya, kedepan kepada masyarakat diharapkan agar tidak membuang sampah sembarangan. Lingkungan ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Jadi jangan sampai buang sampah sembarangan. Kalau aliran air tersumbat kan kita sendiri yang repot,” bebernya.
Dari masyarakat setempat, Jen berharap, pihak terkait agar segera menambah saluran irigasi di tempat-tempat yang rawan banjir. Supaya ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, debit air tidak sampai menggenang.
“Jadi kalau salurannya ditambah, air akan segera mengalir melalui saluran itu. Sehingga kemungkinan terjadinya banjir menjadi lebih menipis,” ujarnya.
Sebelumnya, Selasa (25/1/2022) malam, banjir melanda Kecamatan Pakusari dengan ketinggian air diatas lutut orang dewasa. Sehingga 32 rumah dengan 96 jiwa, dan beberapa fasilitas umum (Fasum) terendam.
Bahkan salah satu lembaga pendidikan, yakni pesantren Islam Bustanul Ulum (Ibu) tak luput dari genangan air dengan setinggi dada orang dewasa. Sehingga aktivitas belajar-mengajar menjadi terganggu. Akibatnya, 364 santri putri dari total 486 santri terpaksa diungsikan ke tempat yang aman. (lilik s)










