JEMBER – Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Sensus Penduduk Tahun 2020 di Kabupaten Jember yang di gelar pada Senin 17 Februari 2020 bertempat di Pendapa Wahyawibawagraha di resmikan langsung oleh Bupati Jember dr. Hj Faida MMR.
Hadir sama dalam rapat tersebut Forkopimda Kabupaten Jember,Ketua OPD, Instansi fertikal, para Camat dan seluruh undangan.
Di awal sambutannya, bupati mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua yang hadir dan telah mensukseskan kegiatan rapat koordinasi kali ini.
Kepada Dandim 0824 Jember, Letkol Inf Laode M Nurdin yang hadir secara pribadi bupati mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiranya.
Bupati juga menyebutkan bahwa Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono telah bertemu Langsung dengan Pimpinan Forkopimda, sekaligus berkenalan, dikarenakan ada tugas tertentu sehingga tidak bisa hadir di tengah-Tenga kita.
Kehadiran Waka Polres Jember, Kompol Windy Syafutra turut mendapat perhatian bupati. Tolong berdiri Bapak Waka Polres biar semua kenal,langsung Kompol Windy bangun dan menghadap ke arah seluruh undangan.
Masih bupati, Kemarin kita sedih karna Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal telah pindah tugas,namun kita senang karna Kapolres yang baru sudah hadir dan tidak sempat terjadi kekosongan,” tuturnya.
Lebih jauh bupati menyentuh soal betapa pentinya sensus penduduk tahun 2020 dilakukan bersama-sama karna merupakan sesuatu yang sangat penting.
Bupati juga menyapa Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember Ir. Arif Joko Setejo, MM,yang sedang punya gawe besar hanya 10 tahun sekali yang akan menentukan nasib bangsa dan negara.
Sebelum melanjutkan sambutanya,bupati memohon maaf karna tertundanya pelaksanaan rakor tingkat Kabupaten, hal tersebut dikarenakan beberapa hal yang tidak bisa dielakkan.
Hari ini kita melaksanakan rakor yang di pusatkan di Pendapa,ada orang bertanya apa sih pentinya,kan sudah ada BPS,sudah ada petugas BPS hingga ke pelosok-pelosok, ya kita ikuti aja bagaimana sensus itu !.
“Saya tegaskan, bahwa itu tidak cukup. Kita harus bergerak sama-sama mensukseskan sensus penduduk 10 tahunan ini,” pintanya.
Apa pentingnya ?, data ini tidak penting untuk BPS,kita sebagai pejabat Pemerintah,Instansi vertikal sangat memerlukan data ini, kwalitas keputusan kita,mulai dari Kepala Desa,Camat,OPD sangat di tentukan oleh kwalitas data yang ada.
“Sering kita dengar, mengapa pemberian bantuan sering tidak tepat sasaran ?.itu karna datanya sudah lama sekali,belum ada pembaharuan,” tuturnya.
Berbagai kesulitan kita alami,anak terkecil tidak ada di KK, betapa susahnya orang menuntaskan masalah update KK, mulai dari ke tidaktahuan, belum lagi pencaloan, belum lagi antrean.
Ini kesempatan emas buat kita semua menuntaskan persoalan semua yang bekerja disini, baik itu Pemkab, kepolisian,pengadilan, maupun pihak Bank semua memerlukan update data tersebut.
Sehebat apapun seorang pemimpin, sepengalaman apapun pejabat negara,kalau tidak memegang data yang paling update dan akurat maka tidak akan bisa menghasilkan keputusan yang kwalifait.
“Kita harus mengambil sikap,bahwa sensus penduduk 2020 adalah urusan kita bersama, kepentingan kita bersama dan sensus penduduk 2020 Kabupaten Jember harus kita sukseskan bersama karna hasilnya sangat kita butuhkan,baik untuk tugas individu kita maupun untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat kita,” tegas bupati.
Masih bupati, sensus penduduk itu bukan hanya angka-angka, tapi sensus penduduk golnya adalah kesejahteraan masyarakat.ini bukan pekerjaan biasa,ini pekerjaan vesioner bagi orang-orang yang jelas tujuan hidupnya.
“Kita sepakati bahwa sensus penduduk bukan hanya tugas BPS. BPS adalah leading sektor,tapi ini adalah tugas kita bersama,” pungkasnya. (Monas)











