JEMBER – Acara selamatan calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja(CPPPK) pada Sabtu18 Januari 2020 menjadi peristiwa penting bagi 937 CPPPK.
Bagaimana tidak, selain menerima SK sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), Bupati sudah menyiapkan anggaran bagi 937 PPPK.
Tidak cukup sampai di situ,Bupati turut menyampaikan dalam arahanya,bahwa tahun 2020 akan ada dua kali tes PNS.
Hal tersebut langsung ditanggapi penuh rasa sukhur oleh seluruh tamu undangan dan seraya menyebut hidup bupati,hidup bupati.
937 CPPPK ini di angkat oleh Bupati untuk Jangka waktu tertentu.lek bupatine ganti yo emboh (kalau bupatinya ganti ya gak tahu),sontak saja ucapan bupati tersebut memancing gelak ketawa seluruh hadirin.
Mereka ini akan melaksanakan tugas sesuai dengan kebutuhan.dan saya ingin urusan pppk ini selesai semua.
“Kita akan melaksanakkan tes PNS di 2020,setelah urusan sampean semua selesai,” amin…, serentak di ucapkan seluruh hadirin.
2020 itu ada dua kali tes,ada yang ngomong,tapi kan formasinya hilang ?, siahh!! ca’en sapa! (Siahh!! Katanya siapa!).
“Poko’e akeh rombongan kecelek, wes ra,pokok nurut aku enak-enak,” tuturnya dalam bahasa jawa.
Tapi liat,sesuai dengan kemampuan daerah,artinya tidak semua daerah mampu menggaji PPPK,karna gajinya di bebankan ke APBD. Dak ada tulisanya pakai Perbub apa Perda, pokok dari APBD,yang penting sampean gajian.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menegaskan bahwa Kepala OPD dan seluruh jajaranya hingga ke unit yang terkecil dilarang mengangkat CPPPK.
Kalau yang terkait dengan program kerja bisa diselesaikan dengan program kerja,tapi menjadi pegawai resmi pemerintah hanya jalurnya dua,ASN dan PPPK.
CPPPK juga bisa diberhentikan, diberhentikan dengan hormat atau diberhentikan secara tidak hormat.berhenti dengan hormat karna diterima jadi CPNS,meninggal dunia,setelah teken kontrak meninggal, berhenti secara terhormat.
Mencapai umur 60 tahun,58 tahun bagi guru,tenaga kesehatan dan pertanian,
Adanya kebijakan pengurangan PPPK karna penyederhanaan organisasi atau kemampuan keuangan daerah yang tidak memungkinkan.
Jadi kalau Kabupaten mu gak di jogo, membiarkan pengisruh-pengisruh mengurangi pendapatan daerah, bisa mengurangi APBD seng rugi sopo ?, serentak hadirin menjawab “Rakyat”.
“Mereka lupa,ada yang tidak suka dengan bupati,tapi yang dirugikan adalah rakyat, mudah-mudahan segera bertaubat,” terang Bupati.
Kalau ke saya ini banyak yang gak senang,wong saya ini perang sama pungli,dinas pendidikan plengen sama saya, saya sudah bumi hanguskan jaringan pungli,bubar ambyar.











