JEMBER – Pandemi Covid-19 yang terus menghantui masyarakat Jember saat ini tidak harus menjadi penghalang untuk sebuah tatanan kehidupan, gambaran ini disampaikan Bupati Jember dr. HJ Faida MMR kepada Awak Media di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (14/07/2020).
“Kehidupan ini kan bergerak terus, kalau zona kuning sudah mulai ada transportasi massal tangguh, ojek-ojek ini kita siapkan untuk APD tambahan bagi pemisah pengemudi dan penumpang supaya aman,” ujar Bupati
Pariwisata sebagian buka, contoh seperti Hotel, Restoran, Cafe, walaupun kapasitasnya dibatasi. Ada yang belum bisa buka seperti Spa, Bioskop, Kolam Renang, ini belum bisa di mulai.
Nanti kalau sudah posisi hijau kita sudah mulai lagi namanya sekolah tangguh, kalau kuning belum ada pengajaran tatap muka, namun sekolah sekolah kita persiapkan.
Di Pondok Pesantren kalau pelajaran sekolah formal belum dimulai tatap muka, tetap secara daring, tetapi pelajaran non formalnya boleh berjalan di Pesantren.
“Jadi, secara bertahap kita terus bergerak, kehidupan ini harus menyesuaikan dengan New Normal, tidak menunggu Covid ini hilang, hidup harus tetap jalan, maka tidak ada cara lain, lindungi diri, gunakan APD yang benar, selalu gunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan,” tegasnya.
Oleh karnanya yang kita siapkan ya protokolnya, sosialisasinya, APD-APD-nya, ya masker-maskernya di bagi, juga pengawasan protokol covid dan sarana cuci tangan di lapangan.
Banyaknya pertanyaan dari warga dan para wirausaha terkait kegiatan nikahan dan acara pengajian. Bupati menyampaikan” ya kita sudah menyiapkan 13 video tutorial untuk acara pernikahan,” jelasnya.
Kemarin kita sudah rapat dengan WO-WO, terkait tempat pernikahan bahwa itu ada macam-macam, kita harus siapkan pada kondisi Jember merah, orange, kuning, hijau, semua harus kita siap.
Pada dasarnya kita kan ingin weeding organizer bisa jalan, ben pengiring bisa jalan, MC bisa jalan, Ketering bisa jalan, tapi bukan berarti harus berkumpul.
Kita ada alternatif untuk weeding Drive thru, weeding di garden tergantung wilayahnya dimana.
Untuk upacara-upacara adat kita atur protokolnya sedemikian rupa, bahkan protokol untuk rias wajah. “Karena rias wajah ini bersentuhan langsung dan ini ada resiko tinggi,” ungkap bupati.
Bagaimana tetap di rias, yang jawa ikut jawa yang pendalungan ikut pendalungan, yang modern ikut modern tapi protokolnya tetap di jalankan.
Minggu ini kita akan tuntaskan bersama grub weeding orgenizer dan segala macem terkait disana untuk membuat teretorial baik yang terbatas, Drive thru di garden maupun table, standing party mengacu kepada situasi yang ada.(Monas)











