BIDIK NEWS | JEMBER – Bupati Jember dr.Hj Faida MMR menjadi tamu khusus bersama 25 delegasi dari berbagai negara di Pusat Konvensi Kimdaejung dari tanggal 18 hingga 21 Oktober 2018 , jadi pembicara di ajang the world Human Rights Cities Forum 2018 di Korea Selatan .
Forum Dunia Hak Asasi Manusia 2018 (WHRCF 2018) ini diadakan sebagai acara tahunan di Gwangju Korea Selatan yang bertujuan menjadikan kota ramah Hak Asasi Manusia (HAM).
Pembukaan ajang WHRCF 2018 turut dihadiri Morten Kjaerum, The Director of RWI dan Dr.Bernadia Irawati Tjandradewi, UCLG ASPAC Secretary General.dimana Bupati menjadi Keynote Speaker terkait ” Best Practice In Implementing SDGs In Local Level”.
Turut hadir sama pembicara Sofie Viborg Jensen (RWI) yang bicara soal”Human Rights Cities Link to SDGs” dan Dr.Bernadia Irawati Tjandradewi (UCLGs: Experience From Indonesia”,ada pula Lee Yong Seop,( Mayor of Gwangju yang membahas khusus soal” Gwangju Experience in Promoting HRC”.
Dalam ajang WHRCF ini beberapa delegasi berbagai negara berupaya agar pemerintah lokal maupun pusat menjadi pelindung utama hak asasi manusia,kesempatan emas ini tidak disia siakan Bupati untuk memaparkan berbagai hal uang telah dilakukan di Jember,sekaligus mempromosikan Jember sebagai daerah ramah HAM.
Pada kesempatan tersebut Bupati menjelaskan bagaimana Kabupaten Jember dengan Keluasan wilayah mencapai 3.293,34 Km persegi dan jumlah penduduk 2,6 juta orang yang menyebar di 31 Kecamatan dan 246 Desa dengan berbagai keberagaman yang ada dimana penduduknya hidup dari sektor pertanian.
“Jember is miniature of Indonesia,Jember is Pendalungan City”, ujar Faida. Yang terdiri dari berbagai suku dan agama namun tetap hidup rukun sebagai satu Bangsa Indonesi dan hak hanya sebagai warga negara bisa terpenuh, ” ujar bupati .
Masih kata Bupati,perjuangan hak asasi manusia untuk mendapatkan kesetaraan dalam berkarya telah dibuat khusus Perda bagi penyandang Disabilitas dan juga di tuangkan dalam Perbub,ini adalah upaya pemerintah dalam memperjuangkan hak asasi manusia bagi kaun difabel.
Selain itu toleransi beragama benar benar terasa di Jember,meski berbeda agama dan kepercayaan namun tetap bisa hidup bersama.
dr.Faida yang meraih penghargaan Satya Lencana dari Presiden RI ini menambahkan, ” kesempatan bertemu dengan begitu banyak delegasi menjadi kesempatan untuk mengenalkan berbagai produk lokal Jember,temapt Wisata serta berbagai fasilitas penunjang lainya ,” tandasnya.
WHRCF diakui sebagai forum perwakilan untuk kota kota hak asasi manusia di Asia,dimana perwakilan dari kota kota hak asasi manusia para ahli,LSM dan warga yang peduli berkumpul menerapkan sistem yang efektif bagi menjamin hak asasi manusia di tingkat komunitas lokal. (Monas)










