BANYUWANGI – Mengawali kepemimpinannya sebagai Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas telah menyiapkan sejumlah agenda prioritas.
Hal itu disampaikan Ipuk dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Banyuwangi dengan agenda Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pidato Bupati Banyuwangi Hasil Pilkada tahun 2020, Selasa (02/03/2021) malam.
Dalam pidatonya, Ipuk membeberkan sembilan agenda proritas dihadapan gubernur dan anggota dewan.
Pertama, pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19, melalui program padat karya berbasis desa, dan melalui optimalisasi penggunaan Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Dalam hal ini Pemkab Banyuwangi akan melakukan pendekatan g-mind site, serta pelatihan kewirausahaan untuk melahirkan seribu pengusaha baru,” tutur Ipuk.
Kedua, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, mewujudkan SDM unggul, diantaranya melalui program peningkatan kualitas dan pemerataan infrastruktur pendidikan dasar, serta seribu beasiswa kuliah bagi anak muda, santri, anak yatim warga kurang mampu dàn atlit berprestasi setiap tahunnya.
Ketiga, peningkatan akses dan kualitas kesehatan yang berorientasi prefentif, diantaranya melalui program kualitas pelayanan kesehatan bersumber masyarakat, Posyandu, Polindes, Poskestren, Desa Siaga, Pos UKK, serta peningkatan literasi kesehatan berbasis keluarga, dan bantuan nutrisi bagi ibu dan balita, sebagai bagian dari upaya mengakselerasi penurunan angka kematian, serta refaliasistanting di Kabupaten Banyuwangi.
Agenda prioritas keempat, menurut Ipuk adalah penguatan produkitifitas pertanian dan perikanan, diantaranya melalui program pemberian bantuan alat mesin bagi petani dan nelayan serta menciptakan 100 startup di bidang pertanian dan perikanan yang digagas dan digerakkan anak-anak muda.
One produk yang diinisiasi Gubernur Jatim, menjadi agenda prioritas kelima, dan Pemkab Banyuwangi akan melakukan inkubasi terintegrasi dengan pendampingan, fasilitasi pelatihan dan promosi terhadap produk yang dikembangkan oleh para santri.
Selain itu, untuk memperkuat ekonomi pesantren, Pemkab Banyuwangi juga menargetkan 200 enterpreneur baru tercipta per tahun melalui proses tersebut. Dengan akses permodalan yang difasilitasi oleh lembaga perbankan.
Sedangkan prioritas keenam, yaitu penguatan sektor UMKM dan pariwisata, diantaranya melalui program seribu program UMKM naik kelas, melalui pendampingan total dari hulu ke hilir, serta pengelolaan destinasi pariwisata berbasis masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat lokal.
Ketujuh, yaitu penguatan keberdayaan masyarakat miskin dan perlindungan bagi perempuan, anak dan penyandang disabilitas diantaranya melalui program seribu bedah rumah warga miskin menuju rumah sehat layak huni dan bantuan modal usaha bagi perempuan kepala keluarga. Serta pelatihan keterampilan dan pendampingan bagi penyandang disabilitas menuju kemandirian.
Delapan, percepatan pemerataan infrastruktur dengan memperhatikan daya dukung lingkungan, diantaranya melalui program perluasan pembangunan infrastruktur dan kualitas layanan teknologi informasi untuk memperkuat literasi digital warga, serta pengendalian alih fungsi lahan, dan peningkatan rehabilitasi, serta pencegahan lahan kritis.
Dan yang kesembilan yaitu pemantapan ekosistem sosial, keagamaan dan kerukunan warga diantaranya melalui program renovasi rumah ibadah dan memperkuat forum silaturrahim antar umat beragama.
Serta pemantapan pelayanan publik dan reformasi birokrasi dengan tranformasi digital, akan kami lakukan melalui program smart kampung plus, penguatan pelayanan publik unggulan, hingga tingkat dasa wisma, serta pengembangan deseason sport sistem berbasis artifisial intelligence, dengan data portal digital terintegrasi,” jelas Ipuk.
Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, rapat paripurna sertijab tersebut dipimpin Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara dan dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim, dan Sekretaris Kabupaten Banyuwangi beserta jajaran.











