BIDIK NEWS | JAKARTA – Arogansi itu identik dengan kesombongan. Sedangkan kesombongan itu biasanya berakhir dengan maut atau musibah. Seperti yang dialami Bupati Ngada NTT Marianus Sae. Tanpa diduga, akhirnya harus berakhir diterali besi penjara Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pasalnya bupati yang akan menjadi Pasangan calon (Paslon) Gubernur NTT dari PDIP tertangkap tangan alias OTT oleh KPK terkait kasus suap. Namun dibalik itu, bupati yang dikenal Arogan ini pernah melakukan tindakan semena-mena terhadap fasilitas publik yaitu Bandara udara. Dikarenakan hanya tidak mendapat ticket pesawat Merpati Air Lines rute Kupang-Bejawa.
Bupati pilihan rakyat ini memblokir Bandara Turelelo Soa dengan mengerahkan Satuan Polisi Pamong Praja di Bandara tersebut. Kejadian yang menimpa penumpang yang akhir nya gagal berangkat terjadi 21 Desember 2013. Akibat arogansi sang bupati ini pesawat Merpati Air Lines rute penerbangan Kupang-Bajawa yang membawa 54 orang penumpang gagal mendarat bukan karena cuaca melainkan akibat arogansi sang bupati.
Akibat pesawat tersebut harus kembali ke Bandara El Tari Kupang. Sikap memblokir Bandara ini ternyata sudah menjadi kebiasaan Marianus Sae apabila kecewa dengan pelayanan di Bandara. Pasalnya untuk yang kedua kali Marianus Sae juga melakukan hal sama, yaitu kembali memblokir pesawat Merpati Air Lines rute Kupang -Soa batal mendarat di Bandara Turelelo- Soa.
Otoritas Bandara pada saat pemblokiran tidak dapat berbuat apa-apa. Dikarenakan ratusan petugas Sat Pol Pamong Praja atas perintah Marianus Sae menghentikan semua kegiatan di Bandara. Walaupun arogansi Marianus Sae oleh aparat kepolisian ditetapkan sebagai tersangka terkait pemblokiran yang dilakukan. Namun tidak membuat jera, malah semakin menjadi-jadi. Sehingga sikap arogansi Marianus Sae harus berakhir diterali besi penjara KPK dengan tuduhan menerima suap dari sejumlah pihak.(Imron)
Teks : Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur Marianus Sae. (foto:ist)










