BIDIK NEWS | BATU – Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan, menjalani sisa waktu di 2018 dan menyongsong pertumbuhan agresif di 2019 mendatang. Pihaknya fokus pada peningkatan kepesertaan, fokus memberikan pelayanan terbaik kepada peserta, baik dalam hal penyampaian informasi, hingga permintaan klaim di seluruh unit layanan BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia.
Karena itu kedepan, BPJS Ketenagakerjaan mengoptimalkan infrastruktur Teknologi Informasi (TI) dengan fokus memperkuat layanan digitalisasi.
“Sehingga dengan layanan digital ini,
untuk 2019 nanti, target kepesertaan akan kami tingkatkan hingga 16 persen, dan total dana kelolaan juga akan ditargetkan tumbuh sebesar 23 persen”, terang Agus Susanto usai membuka Rakernas bertema ‘Pertumbuhan Agresif di 2019’ di Hotel Golden Tulip Holland Resort, Batu, Malang, Rabu – Jumat (18-20/7).
Sedangkan secara nasional, hingga saat ini, lanjut Agus, jumlah peserta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan mencapai 47,4 juta tenaga kerja dan sebanyak 27,9 juta orang sebagai peserta aktif. “Kami targetkan peserta aktifnya naik sebesar 22 persen atau menjadi 29,6 juta orang,” katanya.
Agus juga memaparkan, pada semester pertama ini, BPJS Ketenagakerjaan mampu mengantongi hasil dari investasi senilai Rp 15,10 triliun atau naik 17,78 persen secara year on year (yoy).
“Hasil investasi sebesar Rp 15,10 triliun tersebut dialokasikan ke sejumlah instrumen investasi. Antara lain untuk surat utang 62 persen, saham 19 persen, deposito 8 persen, reksadana 10 persen dan investasi langsung 1 persen,” tuturnya.
Sementara untuk jumlah agen Perisai, tambah Agus, sudah mencapai 2.300 agen Perisai yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan sebanyak 277 ribu tenaga kerja sudah terakuisisi. (hari)








