SIDOARJO | BIDIK.NEWS – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Sidoarjo melakukan sosialisasi bertajuk “Kampanye Anti Korupsi dan Sosialisasi Program BPJamsostek” melalui virtual zoom meeting kepada mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan siswa-siswi peserta magang, Rabu (27/7/2022).
Kepala BPJamsostek Sidoarjo, Novias Dewo Santoso menjelaskan, pengertian korupsi menurut UU Tipikor No. 31/1999 jo UU No. 20/2001, “Pengertiannya adalah setiap orang yang dengan sengaja melawan hukum untuk melakukan perbuatan dengan tujuan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara.” katanya.
Dewo menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan selalu berkomitmen dalam pelaksanaan pengendalian korupsi dan menjunjung tinggi integritas di setiap aktivitas insan BPJS Ketenagakerjaan.
“Manajemen telah mewujudkan penerapan sistem Manajemen Anti Penyuapan dalam upaya pencegahan suap dalam bentuk apapun sesuai dengan Nilai Anti Penyuapan BPJS Ketenagakerjaan, yaitu 4 FIGHTs dengan komitmen seperti Faith, Integrity, Good Governance, Harmony dan Truthful.” tambah Dewo.
Sementara itu, Badrul Ketua Penyuluhan Anti Korupsi Jawa Timur dan narasumber dalam sosialisasi itu mengapresiasi kegiatan kampanye anti korupsi yang digelar BPJamsostek Cabang Sidoarjo. Karena pada dasarnya, peserta yang mengikuti kegitan itu merupakan mahasiswa yang meneruskan masa depan bangsa Indonesia.
“Tujuan akhir pemberantasan korupsi adalah mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, yaitu untuk memajukan kesejahteraan umum. Semoga para adik-adik sekalian berani untuk mengatakan tidak pada korupsi demi masa depan Indonesia yang lebih baik.” pungkas Badrul.
Ditambahkan Dewo, selain untuk mengenalkan program BPJS Ketenagakerjaan kepada para mahasiswa dan siswa peserta magang. Juga dilakukan sosialisasi implementasi Permenaker No. 5/2021.
“Hal ini untuk mengatasi risiko yang dialami ketika peserta dan siswa kerja praktik mengalami risiko dalam konteks melaksanakan tugas yang diberikan oleh pihak sekolah maupun kampus.” pungkas Dewo.












