BIDIK NEWS | SIDOARJO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Sidoarjo bergerak cepat dengan menyerahkan santunan kepada korban ledakan bom gereja di Surabaya, yakni Nuchin (56) sebesar Rp 49 juta.
Penyerahan santunan diberikan langsung oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, Ikeda Hendra Kusuma dan Kabid Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, Tito Hartono kepada ahli waris, yakni isteri almarhum, Jayati di kawasan Waru, Sudoarjo belum lama ini.
Tito mengatakan, almarhum Nuchin terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo melalui perusahaan Boga Lestari sejak 2012. Sehingga ahli waris berhak mendapatkan santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 24 juta, Jaminan Hati Tua (JHT) Rp 13,12 juta, Beasiswa Rp12 Juta, dengan total Rp. 49,12 Juta, serta manfaat Jaminan Pensiun (JP) berkala yang dibayarkan setiap bulan.
“Santunan ini sudah menjadi hak ahli waris, karena almarhum sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi, Nuchin meninggalkan isteri dan tiga anaknya yang masih kecil,” kata Tito.
Nuchin merupakan karyawan Toko Kue Brownis Amanda Surabaya. Nuchin yang menjadi korban ledakan bom saat kejadian pagi itu, Minggu (13/5) sedang melintas persis di depan gereja Pantekosta GPPS Jl. Arjuno Surabaya.
Sementara Deni, sapaan akrab Ikeda Hendra Kusuma mengingatkan, hal ini semestinya menjadi contoh nyata bagi seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya perlindungan diri dari risiko sosial yang dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. (hari)









