SURABAYA | BIDIK NEWS – Sebanyak 150 Admin Komunitas Gojek se Jatim mengikuti Gathering yang digagas BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Perak dan di suport Kanwil Jatim di Hotel Singgasana, Surabaya, Rabu (7/8/2019).
Para admin gojek tersebut berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Kediri, Banyuwangi, Madiun, Jombang, Malang, Jember, Pamekasan, Bojonegoro.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Perak, Deni Suwardani mengatakan, Gathering ini bertujuan untuk membangun tali silaturahmi antar admin gojek se Jatim. Sekaligus juga kampanye Unit Reaksi Cepat (URC) ke admin gojek kota lainnya yang awalnya lahir dan di gagas oleh komunitas gojek di Surabaya.
“Terus terang, awalnya gathering admin gojek ini kami adakan hanya untuk komunitas admin gojek di Surabaya saja. Tapi tampaknya BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim sangat mensuport kegiatan ini dan mengusulkan agar admin gojek se Jatim juga diundang,” kata Deni.
Di Surabaya, lanjut Deni saat ini terdapat 110 komunitas admin gojek. Dan masing-masing komunitas memiliki 40-50 anggota. “Sedangkan di Surabaya, dari potensi 25 ribu driver gojek, sebanyak 9.500 driver gojek sudah menjadi mitra dan peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Deni.
Dengan semakin banyaknya mitra dari gojek yang ikut, pihaknya akan terus menggenjot agar semua driver gojek di Surabaya menjadi mitra dan peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada admin dan driver gojek. Misalnya, memberikan pelatihan khusus kepada Satgas gojek di Surabaya terkait URC.
Sementara Asisten Deputi Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim, Andrey J. Tuamelly menambahkan, gathering komunitas admin gojek se-Jatim ini merupakan upaya BPJS Ketenagakerjaan mendekatkan diri secara langsung kepada para komunitas admin gojek se Jatim. Sekaligus sosialisasi program penting BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
“Dengan peran serta para admin gojek yang masing-masing memiliki anggota 40 – 50 driver. Kita harapkan akan semakin banyak driver gojek yang mengikuti kepesertaan program BPJS Ketenagakerjaan,” tegas Andrey yang menilai potensi kepsertaan dari driver gojek di Jatim cukup besar.
Saat ini, kata Andrey, jumlah driver gojek di Jatim sekitar 60 ribu orang. Dari jumlah tersebut, yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sekitar 15 ribu orang.
“Kedepan, kami akan lebih sering menggelar kegiatan gathering semacam ini. Sehingga kami harapkan semua driver gojek se Jatim sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena pembayaran nya pun cukup murah, hanya dengan iuran peserta Rp 16.800 per bulan,” ucapnya.
Selain itu, pembayaran iuran bisa dilakukan dengan Go Pay, tanpa harus pergi ke indomaret lagi. “Jadi, pembayarannya langsung dipotong (di debet) by aplikasi. Setelah itu mitra akan mendapat konfirmasi lewat SMS. Jadi benar-benar praktis,” tegasnya.
Sedangkan Satgas URC gojek Surabaya, Agus Bandrio (Brengos) mengatakan, di Surabaya rata-rata 5 – 7 driver gojek mengalami kecelakaan. Setiap kali mendengar kabar kecelakaan gojek, URC selalu datang di lokasi kejadian dan melarikan korban ke RS.
“Harapan kami korban tidak sampai meninggal, atau setidaknya terhindar dari resiko yang lebih parah,” ujar Agus.
Bersamaan membawa korban ke RS, URC juga mencari tahu apakah korban sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jika sudah, URC segera menghubungi BPJS Ketenagakerjaan.
Agus mengaku lega jika temannya yang celaka telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tapi, jika korban bukan peserta, Agus mengaku sangat prihatin.
“Tujuan URC tak lain menolong sesama driver gojek yang mengalami kecelakaan agar segera mendapat penanganan medis. Harapan kami korban tidak sampai meninggal, atau setidaknya terhindar dari resiko yang lebih parah,” pungkasnya. (hari)











