SURABAYA – BPJamsostek (BPJS Ketenagakerjaan) memberi pelatihan wrapping snack bouquet secara luring kepada para anak ahli waris di kantor Cabang Surabaya Tanjung Perak belum lama ini.
Kepala Cabang BPJamsostek Surabaya Tanjung Perak, Theresia Wahyu Dianti menjelaskan, BPJamsostek melalui undang-undang ditugaskan untuk memastikan kelayakan hidup bagi peserta dan keluarganya.
Untuk itu melalui pembekalan pelatihan kewirausahaan ini, diharapkan seluruh peserta akan menjadi pekerja yang mandiri dan bisa melanjutkan kembali program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi diri dan keluarganya.
“Saya juga berharap program pemberdayaan bagi ahli waris ini kedepannya bisa menjadi satu program untuk tetap terus berkelanjutan.” Imbuhnya.
Kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan mampu membangkitkan dan memulihkan sentra UMKM di Indonesia, khususnya di Surabaya agar dapat terus tumbuh, berkembang dan mampu bersaing secara sehat ditengah kondisi pandemi saat ini.
“Program pelatihan pemberdayaan bagi ahli waris ini agar para anak dari ahli waris bisa mandiri dan mempunyai semangat baru lagi dalam menapaki kehidupan kedepan setelah ditinggalkan oleh tulang punggung dikeluarganya,” ucap Theresia.
“Semoga melalui pembekalan ketrampilan ini, para ahli waris bisa langsung eksis dan mempunyai daya saing yang bisa diandalkan dalam melaksanakan dan mengembangkan usahanya baik usaha berskala mikro, kecil maupun menengah,” pungkasnya
Sementara itu, BPJamsostek Surabaya Tanjung Perak sampai April 2022 ini sudah membayarakan total 186 untuk program Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 3,854,000,000.
Dari laporan itu, sebagian besar ahli waris penerima manfaat jaminan kematian tidak berdomisili di Surabaya, sehingga hanya beberapa ahli waris yang mengikuti kegiatan ini.
Seluruh peserta kegiatan ini juga sudah menjadi peserta di segmen Bukan Penerima Upah (BPU). Dengan pelatihan ini, diharapkan akan muncul kemandirian pada peserta, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dengan berkarya.











