BIDIK NEWS | MALANG – Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) dr. Ali Mahsud, M. Biomed melakukan kerjasama dengan Wiwi Supriyanto, CEO Kanwil BNI Malang. Kerjasama berlangsung di Gedung Heritage BNI Kanwil Malang, Jatim Rabu (23/1).
Kerjasama tersebut dalam hal penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 1,96 triliun kepada para PKL dan pelaku ekonomi rakyat kecil (Kawulot Alit)
Dijelaskan Ali Mahsud, kerjasama APKLI dan BNI Kanwil Malang Jatim ini merupakan instrumen strategis keluarkan PKL dan pelaku ekonomi rakyat kecil (kawulo alit) di Jatim dari jeratan rentenir. Sehingga para PKL makin maju dan berkembang mampu menghadapi perdagangan bebas dunia dan revolusi industri 4.0.
“Kerjasama ini saya harap bukan hanya sebatas penyaluran KUR, tapi lebih luas lagi. Diantaranya terkait distribusi, perdagangan dan pergudangan (semisal market place), pembiayaan umroh dan haji. Juga terkait branded penataan PKL berstaandar Halal. Hal ini menjadi sebuah kenisacayaan, karena ekonomi rakyat harus kita dampingi dari hulu hingga hilir, jika tidak maka akan tergerus dan kolaps”, tegas dr. Ali, putra asli Mojokerto jebolan FK Unibraw Malang dan FKUI.
Ali Mahsud juga menyampaikan, bahwa APKLI tidak boleh bermain dan terlibat dalam Pemilu Pilpres dan Pileg. APKLI harus fokus turun gunung mendampingi PKL dan Kawulo Alit. Mereka harus tetap berjualan, tetap bekerja menafkahi keluarga serta menyekolahkan anak.
“Saya mohon izin pimpin berdoa Sapu Jagat Nusantara, semoga Tuhan memberikan kebaikan kehidupan untuk rakyat bangsa negara dan nusantara Indonesia,” tegasnya sembari meminta Wiwi Supriyanto untuk langsung mengontaknya jika ada jajaran APKLI yang terlibat Pilpres maupun Pileg RI 2019.
Sementara itu Pada 2018, BNI Kanwil Malang menyalurkan KUR sebesar Rp 1,8 triliun untuk 24 Kabupaten dan Kota dari Pacitan hingga Banyuwangi. Sedang untuk 2019, penyaluran KUR sebesar Rp 1,96 triliun yang bisa di akses PKL di wilayah kerja Malang.
“Sebagaimana disampaikan dr. Ali, BNI Kanwil Malang berkomitmen kerjasama seluruh layanan perbankan, termasuk soal market place dan penataan PKL berstandar halal,” imbuh Wiwi Supriyanto. (imron)











