SURABAYA – Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama Pesantren Dolly mengadakan pelatihan dan upgrading untuk Dai serta Guru Ngaji al-Qur’an di eks lokalisasi Gang Dolly belum lama ini. Selama 2 hari, mereka diperkaya kemampuannya serta ditingkatkan skill religinya di Pesanggrahan Jauharotul Hikmah Surabaya.
Pengayaan bagi para ustadz-ustadzah itu untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Tentu pendekatannya berbeda dengan dakwah di pedalaman dan kawasan khusus seperti lokalisasi Dolly. Butuh strategi dan pendekatan khusus agar objek dakwah nyaman.
Ustadz Nasih mengatakan, warga sekitar Dolly Surabaya perlu dirangkul. Gerakan dakwah untuk hijrahnya eks warga Gang Dolly harus dikuatkan melalui program berantas buta huruf al-Qur’an dan penguatan kajian-kajian ke-Islaman.
Sementara Imam Muslim, Manager Program dan Pendayagunaan BMH Jatim menambahkan, kegiatan di Gang Dolly itu sebagai bentuk tanggung jawab BMH untuk memberikan perhatian & layanan kepada para Dai & daiyah serta guru ngaji di Gang Dolly.
“Merekalah garda terdepan dalam membina masyarakat di kawasan khusus seperti lokalisasi Dolly,” pungkas Imam.









