• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home JAWA TIMUR

BKKBN Jatim Soroti Tingginya Stunting, Kematian ibu & Kemiskinan Ekstrem di Jember

Haria Kamandanu by Haria Kamandanu
3 years ago
in JAWA TIMUR
Reading Time: 4 mins read
0
Getol turunkan stunting di Jember, BKKBN Jatim gandeng kampus UIN KHAS Jember & jalin komunikasi intensif dengan TPPS Jember. (ist)

Getol turunkan stunting di Jember, BKKBN Jatim gandeng kampus UIN KHAS Jember & jalin komunikasi intensif dengan TPPS Jember. (ist)

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

JEMBER | BIDIK.NEWS – Tingginya angka stunting, angka kematian ibu dan kemiskinan ekstrem di Kab. Jember menarik perhatian BKKBN Jatim untuk mempercepat penurunan stunting di wilayah tersebut.

BKKBN Jatim menggandeng Ketua Konsorsium Perguruan Tinggi Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si untuk melibatkan Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.

Tak hanya menggandeng kampus, BKKBN Jatim juga jalin komunikasi intensif dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kab. Jember yang diketuai Wabup Jember, KH. Balya Firjaun Barlaman.

Kepala BKKBN Jatim Maria Ernawati menjelaskan, berdasarkan UU 52/2009 yang mengamanatkan 2 hal, yaitu penduduk tumbuh seimbang dan mewujudkan keluarga sejahtera dan berkualitas.

“Dalam menjalankan amanah membutuhkan kerja keras dalam mewujudkan. BKKBN tidak bisa kerja sendiri karena terbatas SDM. Kami membutuhkan banyak pihak bisa melaksanakan, membantu, mensupport dalam mewujudkan amanah itu,” terang Maria Ernawati dalam kegiatan FGD (Forum Group Discussion) pencegahan Stunting di Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember dan di Kantor Bupati Jember, Senin (27/2/2023).

Erna menambahkan, Indonesia masih memiliki permasalahan stunting dengan angka prevalensi yang masih tinggi. Tahun 2022 Stunting Nasional 22,6% WHO mensyaratkan stunting dibawah 20%. Sedang untuk Jatim, prevalensi stunting di angka 19,2%.

Untuk di UIN Khas Jember, Erna berharap Fakultas Dakwah yang sudah menjalin kerjasama dengan BKKBN Jatim diharapkan bisa ditingkatkan. Sedang untuk TPPS Jember, diharapkan Pemkab Jember bisa menggunakan data by name by addres untuk mengetahui data keluarga stunting ataupun keluarga berisiko stunting sehingga program percepatan penurunan stunting bisa tepat sasaran.

“Sesuai hasil SSGI 2022, angka prevalensi Stunting di Kab. Jember naik 11 poin yang menjadikan Kab. Jember sebagai Kabupaten dengan angka prevalensi stunting 35.9%, tertinggi stunting di Jatim, juga angka kematian ibu tinggi serta kemiskinan ekstrim tinggi,” sebutnya.

Untuk UIN KHAS Jember, dengan adanya Konsorsium Perguruan Tinggi diharapkan bisa bergabung dengan program KKN Tematik. Sedangkan untuk TPPS Kab. Jember, diharapkan bisa menggandeng pihak swasta bersama-sama melakukan program percepatan penurunan stunting.

Ketua Konsorsium Perguruan Tinggi Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si. menjelaskan, Konsorsium Perguruan Tinggi memiliki anggota 20 Perguruan tinggi di Jatim. Dalam pendampingan perlu dana, BKKBN tidak bisa menyerahkan anggaran langsung ke Universitas. Namun ada solusi untuk itu, yakni mengikuti matching fun (dana padanan) dirilis kementerian pendidikan melalui Dikti, semula untuk hilirisasi penelitian guna mendukung industri.

“Perguruan Tinggi mendampingi pelaksanaan program BKKBN di masyarakat menggunakan dana matching dari Dikti sehingga ada skema pemberdayaan masyarakat. Matching fun insan Perguruan Tinggi dibawah Dikti. Diluar Dikti kita payungi dengan SK Rektor Unair sebagai penanggung jawab ada legal formal sebagai dasar menurunkan anggaran,” terangnya.

“Dalam kerjasama, KKN tematik bisa disupport anggaran dalam penurunan stunting. Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan, yakni kegiatan kampanye KB Pasca Persalinan, layanan terpadu pra nikah, dan pemberian suplemen”, jelas Prof. Sumarmi.

Dekan Fakultas Dakwah UIN Khas Jember, Prof. Dr. Ahidul Asror, M.Ag mengatakan, ada program studi penyuluhan masyarakat, terkait penurunan stunting, kenakalan remaja, pernikahan dini tema tidak asing bagi mahasiswa UIN.

“Fakultas Dakwah kita kembangkan, lulusan kami cetak ada konselor pendamping masyarakat yang menyelesaikan permasalahan masyarakat. Visi pembelajaran yang kami kerjakan humanistik, betul-betul pembelajaran output pendidikan yang menyelesaikan persoalan
masyarakat, terkait penurunan stunting, kenakalan remaja, pernikahan dini tema tidak asing bagi mahasiswa UIN.

“Fakultas dakwah kita kembangkan, lulusan kami cetak ada konselor pendamping masyarakat yang menyelesaikan permasalahan masyarakat. Visi pembelajaran yang kami kerjakan humanistik, betul betul pembelajaran output pendidikan yang menyelesaikan persoalan masyarakat menjunjung tinggi marbatat manusia, untuk itu Stunting kita perhatikan,” terang Dekan.

Dekan juga menerangkan, pernikahan dini pengaruhi kualitas SDM, ekonomi dan persoalan sosial yang harus diperhatikan bersama.

“Kami bersyukur kedatangan BKKBN Jatim, menjadi visi dan giat bersama, semua bersinergi termasuk Perguruan Tinggi yang mencetak SDM dan sangat berkaitan dengan permasalahan Stunting, Ketahanan keluarga, yakni keluarga sakinah. Peningkatan kapasitas SDM kami perlu dilatih, pelatihan pada dosen semakin memperkuat kerja yang kita inginkan,” terangnya.

Wakil Bupati Jember, KH. Balya Firjaun Barlaman menyampaikan terimakasih kepada BKKBN Jatim dan Prof. Mamik terkait intervensi penurunan stunting dari hulu. Dari informasi dan masukan tersebut akan menjadi bahan untuk program TPPS di Jember.

“Kami harapkan pertemuan ini bisa menjadi solusi dari akar permasalahan sehingga bisa mendapatkan treatment yang tepat,” tutur Gus Firjaun.

Kepala Dinkes Kab. Jember, dr. Koeshar Yudyarto mengatakan, hasil dari SSGI 2022 menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki. Tahun 2023 sudah dilakukan penimbangan bayi dan sudah dilakukan pendataan dan pemetaan daerah lokus stunting. Kab. Jember juga melakukan program pendewasaan usia menikah dan kesehatan calon ibu. Secara konvergensi akan dilakukan untuk semua program tersebut.

“Adanya perbedaan data stunting dari pendataan internal Jember dengan data SSGI. Hal ini menjadi evaluasi Pemkab. Jember karena dulu penimbangan dan pengukuran dilakukan oleh kader, sedangkan tahun ini dilakukan tenaga kesehatan dari puskesmas,” jelasnya.

Setelah pemetaan lokus, Pemkab Jember akan melakukan program penambahan asupan gizi dengan bantuan daging baik daging ayam maupun daging sapi. Begitu pula dengan tambahan vitamin akan dikaji ulang karena di Kab. Jember banyak obat dan vitamin yang kadaluwarsa dan akan dimusnahkan dengan membutuhkan dana kurang lebih Rp 7 M.

“Vitamin tersebut didropping dari Pemerintah Pusat dengan waktu kadaluwarsa yang memang sudah mendekati masa kadaluwarsa, ditambah dengan Pandemi Covid-19 yang vitamin tersebut tidak terserap maksimal,” jelasnya.

Kepala DP3AKB Kab. Jember, Suprihandoko menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan TOT 80 kader yang akan mensosialisasikan untuk remaja perihal pendewasaan usia pernikahan, tentang kehamilan, pola asuh sebagai upaya pencegahan stunting. 700 remaja di Kab. Jember yang akan mendapatkan pendampingan dengan mendapatkan Nomor ID masing-masing.

“Kami akan melihat datanya dari 700 remaja ini, pada dua tiga tahun mendatang, apakah ini ada perubahan perilaku apa tidak. Edukasi sangatlah penting, terutama pada remaja akan pentingnya edukasi perihal pernikahan. Sebab jumlah janda atau perceraian di Jember sangat tinggi,” urainya.

Related Posts:

  • WhatsApp Image 2023-04-11 at 14.58.58
    BKKBN Dorong Kinerja Penyuluh KB di Bojonegoro…
  • Stunting
    BKKBN, Jurnalis & Mahasiswa Kompak Percepat Turunkan…
  • IMG-20230314-WA0080
    Pesan Khofifah ke BKKBN Jatim, Kawal Terus Penurunan…
  • WhatsApp Image 2023-06-06 at 16.10.55
    15 Negara Muslim Akan Belajar KB & Stunting di Surabaya
  • BKKBN Jatim
    BKKBN Jatim Susun Strategi Kejar Target 2024
  • BKKBN
    Kepala BKKBN Jatim: 13% Remaja Nikah di Usia Muda,…
Previous Post

Anggaran Perbaikan RTLH Untuk Kabupaten Pasuruan Sudah Disiapkan Puluhan Miliar

Next Post

Perekonomian Jatim Sumbang 25,25%, Terbesar ke-2 Setelah DKI

Haria Kamandanu

Haria Kamandanu

RelatedPosts

Momen HKN, Wabup Mujiono Beri Pesan ASN Kuatkan Semangat Profesionalisme
JAWA TIMUR

Momen HKN, Wabup Mujiono Beri Pesan ASN Kuatkan Semangat Profesionalisme

by Nanang Firmansyah
19/01/2026
0

BANYUWANGI | bidik.news – Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi untuk memperkuat komitmen pengabdian dalam...

Read moreDetails
PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

19/01/2026
Tahun 2025, Nilai Ekspor Banyuwangi Tembus Rp. 3,9 Triliun

Tahun 2025, Nilai Ekspor Banyuwangi Tembus Rp. 3,9 Triliun

19/01/2026

Rombongan Pesilat Pulang, Jalur Kediri Kota Dijaga Ketat Polisi

18/01/2026

Bank Jatim Bersama dengan Seluruh Bank Anggota KUB Lakukan Pengesahan RSTI 2026-2029

18/01/2026

Peringati Natal Mepet Tambak, Pdt.Dr.Unggul Gunardi: Kehadirat Tuhan Yesus Dimana Saja

18/01/2026
Next Post
Perekonomian Jatim Sumbang 25,25%, Terbesar ke-2 Setelah DKI

Perekonomian Jatim Sumbang 25,25%, Terbesar ke-2 Setelah DKI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

Momen HKN, Wabup Mujiono Beri Pesan ASN Kuatkan Semangat Profesionalisme

Momen HKN, Wabup Mujiono Beri Pesan ASN Kuatkan Semangat Profesionalisme

19/01/2026
PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

19/01/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.