LUMAJANG — Kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu lalu di Gunung Semeru, menyebabkan penurunan kwalitas lingkungan hidup di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan desa Ranu Pani, kecamatan Senduro, kabupaten Lumajang. Dampaknya berupa Banjir, longsor dan sedimentasi yang terus mengancam keberadaan Ranu Pani dan Ranu Regulo setiap kali turun hujan.
Kondisi ini semakin diperparah oleh pola pertanian yang mengesampingkan keseimbangan daya dukung ekologi yang lestari dan berkelanjutan, dan kian banyaknya sampah akibat meningkatnya wisatawan ke Gunung Semeru.
Situasi ini menggugah kepedulian para aktivis lingkungan untuk membuat kegiatan Tandur Bareng di Gunung Semeru pada tanggal 8-9 Februari 2020. Kegiatan yang bersifat kerelawanan ini dihadiri sekitar 1.350 volunteer dari berbagai organisasi peduli lingkungan dari berbagai daerah, salah satunya Savers, Gimbal Alas, Laskar Hijau, Galena, Sahabat Alam Indonesia, Forum Sahabat Gunung, dll. Kegiatan ini juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang, TNBTS dan Bank BRI.

Tak tanggung-tanggung, Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama istri terlibat langsung dalam kegiatan ini. Malam hari tanggal 8 Februari 2020, Bupati yang dikenal merakyat ini berdialog langsung dengan semua peserta dalam Sarasehan tentang lingkungan hidup yang dipandu oleh A’ak Abdullah Al-Kudus, Ketua Laskar Hijau dan sekaligus Ketua GUSDURian Peduli.
Bahkan Cak Thoriq (sapaan akrabnya Bupati Lumajang) rela ikut menginap di tenda bersama seluruh peserta di tepian Ranu Pani, meski dibawah terpaan hujan pada malam itu cukup deras dan udara dingin yang menusuk tulang, Bupati yang juga mantan aktivis PMII terlihat enjoy sambil selfie-selfie bersama peserta.

Pagi harinya tanggal 9 Februari 2020, Cak Thoriq memimpin langsung Apel Tandur Bareng sebelum dilakukan penanaman oleh ribuan relawan. Dia memimpin langsung penanaman 9600 pohon di empat titik, yakni di Bantengan, Watu Rejeng, Amprong dan Kipresan. Gerimis dan kabut tebal pagi itu tak menyurutkan semangat mereka untuk menanam demi kembalinya kelestarian hutan di Gunung Semeru. Sebelum menanam, terlebih dahulu dilakukan pelepasan beberapa jenis burung endemik Gunung Semeru.
Bupati Lumajang terlihat antusias mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Dia juga berjanji kegiatan semacam ini akan dijadikan agenda tahunan Kabupaten Lumajang ke depan.











