BIDIK NEWS | Gresik – Kesekian kalinya Kabupaten Gresik kembali prestasi di ajang nasional. Kali ini, berkat mengembangkan sistem informasi inovasi pelayanan publik (Sinovik) top 99.
Gresik memperoleh apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).
Apresiasi itu diberikan atas inovasi di sektor pelayanan public di bidang kesehatan, yakni ‘batas petir’ atau obati sampai tuntas penderita tuberculosis multi drug resistant (TB MDR) yang dikembangkan oleh RSUD Ibnu Sina Gresik.
Menpan-RB Syafruddin menuturkan, Gresik layak mendapat penghargaan Top 99 Sinovik.
“Kabupaten Gresik layak mendapatkan penghargaan atas dedikasinya mengembangkan serta mengekedepankan Sinovik Top 99,” tuturnya, Kamis (20/09/2018).
Atas apresiasi dari Menpan-RB. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan, sangat bersyukur. Sebab, penghargaan yang diterima merupakan buah kerja keras ASN-nya untuk terus melakukan inovasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan atas inovasi Batas Petir yang dikembangkan oleh RSUD Ibnu Sina Gresik. penghargaan ini buah kerja keras kita bersama, selain itu dukungan dan doa masyarakat Gresik,” tuturnya.
Menurut dia, dirinya optimis bahwa inovasi yang dikembangkan saat ini, termasuk yang dikembangkan RSUD Ibnu Sina Gresik dapat dirasakan langsung oleh masyarakat manfaatnya.
“Penanganan penderita TB MDR melalui ‘Batas Petir’ tersebut diharapkan dapat meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka drop out pasien TB MDR. Sehingga, inovasi ini bisa mengobati pasien TB MD secara holistic,” ungkapnya.
Di Kabupaten Gresik, RSUD Ibnu Sina merupakan salah satu rumah sakit rujukan. Oleh sebab itu, masyarakat di luar Kabupaten Gresik juga turut mendapat manfaat dengan adanya inovasi pelayanan public Batas Petir ini.
Sementara, MenPAN-RB, Syafruddin menyatakan kompetisi inovasi pelayanan public ini diadakan sejak tahun 2014. Tujuannya, untuk mentransfer pengetahuan dan pengalaman sejak tahun 2014. Melalui transfer pengetahuan dan pengalaman antar instansi setiap daerah. Pihaknya juga ingin mencari inovasi local bersifat instansional yang bisa diterapkan secara nasional.
“Inovasi pelayanan publik harus terus digalakkan untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik. Semoga melalui apresiasi ini dapat menambah motivasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tandas mantan Wakapolri ini. (Ali/adv)









