SURABAYA | bidik.news – Vegan Festival sangat dinantikan para pecinta kuliner vegetarian. Pasalnya, ini salah satu pola makan sehat berbasis nabati yang baik untuk diet. Dengan tema “Around The World”, event ini digelar mulai 25-28 Januari 2024 di Exhibition Hall Grand City, Surabaya.
Vegan Festival adalah event berskala nasional untuk mensosialisasikan pola hidup sehat berbasis nabati (Vegan) dan gerakan ramah lingkungan untuk mengurangi efek global warming dan climate change. Vegan ini juga menjadi tren dikalangan pelajar.
Handoko Alim, Pembina IV Jawa Timur saat konferensi pers opening Vegan Festival, Kamis (25/1/2024) sore menyampaikan, secara perlahan banyak masyarakat yang telah beralih menjadi seorang Vegan dengan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman serta menggunakan produk yang berasal dari hewani.
“Dengan menjadi seorang Vegan, kita telah ikut dalam menyelamatkan dunia dari kelaparan, mengurangi dampak kerusakan lingkungan, efek global warming dan menjaga kesehatan kita,” katanya.
Menurutnya, dalam The United Nations perdagangan daging salah satu dari dua atau tiga faktor utama dalam kontribusi masalah lingkungan yang serius dalam segala jangkauan baik secara lokal maupun global.

Dengan tema “Around The World”, event ini digelar mulai 25-28 Januari 2024 di Exhibition Hall Grand City, Surabaya. (foto2; hari/bidik.news)
“Hal itu karena limbah dari industri peternakan bisa mencemari lapisan tanah dan air dengan kelebihan unsur hara, zat kimia perindustrian, obat-obatan hewan, antibiotik, logam, dan berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus dan parasit,” jelasnya.
Sektor peternakan juga faktor utama penyebab penggundulan hutan tropis untuk lahan merumput ternak, penyebab erosi daratan dunia, dan penyebab meluasnya pembentukan gurun pasir. Keadaan ini diperburuk lagi dengan kenyataan 70% air dunia digunakan untuk konsumsi ternak dan aktivitas pencucian di rumah jagal,” ujar Handoko.
Handoko menjelaskan, pola makan hewani atau konsumsi daging dapat membawa dampak yang buruk bagi kesehatan. Banyak penelitian telah membuktikan, bahwa timbulnya penyakit degeneratif, seperti jantung, stroke, hipertensi, kanker, diabetes melitus, obesitas, osteoporosis, sangat berkaitan erat dengan pola konsumsi pangan hewani yang tinggi kolesterol dan lemak jenuh.
“Melihat fenomena diatas, kami sadar bahwa perlu diadakan sosialisasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya pola hidup sehat berbasis nabati (Vegan) dan gerakan ramah lingkungan untuk mengurangi efek global warming dan climate change. Oleh karena itu, kami membentuk sebuah event yang bernama Vegan Festival,” ungkapnya.










