BIDIK NEWS |JEMBER – Tak lazim itu sepertinya yang dirasakan oleh warga sekitarnya. Saat Dwi Nugroho seorang guru aktif yang mengajar di Sekolah SD Nogosari 03 , yang kini menekuni dunia pertanian, Sebagai seorang petani yang menjadi kebanggan dirinya dan keluarganya.
Menjadi seorang petani seringkali di pandang sebelah mata,selain tak populer, pekerjaan ini di anggap pekerjaan paling tidak menjanjikan dalam kehidupan.
Selain tidak populer, pekerjaan ini harus rela berpanas panasan,pekerjaan ini juga di lihat tidak bisa menghasilkan uang banyak,namun semua itu ditepis oleh Nugroho dimana dengan keberanianya melawan arus,diri dan keluarganya sudah bisa tersenyum lebar,karena hasil yang didapat dari keringatnya sangat memuaskan dan bisa di andalkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Diakui tidak mudah melakukan inovasi dilingkungan masyarakat, apalagi kalau di ajak beralih kepada tanaman yang berbasis organik,” Di awal saya banyak mendapat cibiran dari masyarakat karna di anggab aneh,karna melakukan kegiatan yang orang lain tidak lakukan,” ujarnya.
Namun dengan ilmu yang dimiliki dan keinginan mencari peluang ,dimana kebanyakan dari masyarakat tidak mau bahkan tidak berani melakukanya.
Dicontohkan , banyak orang menanam padi . Namun tanaman jenis sayur sayuran memberi peluang yang tidak kalah dengan menanam padi,” Dengan waktu yang sama saya bisa menanam dua jenis sayur yang berlainan dan bisa menghasilkan uang yang jauh dari bayangan saya.sementara petani lain banyak mengeluh dengan hasil panenya,” tandasnya.
Masih menurutnya,menjadi seorang petani itu sebenarnya membanggakan sekali,karena kita bisa berkreasi dan bisa menghasilkan uang yang lebih tampa harus menunggu terlalu lama, dan itu sudah dibuktikan dan hasilnya memang luar biasa.
Sementara Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember IR. Indriya Purwaningsih saat menggelar diskusi terkait perkembangan ekonomi di Jember baru baru ini menyampaikan, Ini sesuatu yang luar biasa,seharusnya masyarakat petani tidak harus bertumpu kepada satu komoditi,karena hal itu akan berakibat terjadinya penumpukan hasil panen yang akan mengakibat jatuhnya harga.
,”Apa yang dilakukan oleh pak guru tadi merupakan contoh petani cerdas yang bisa membaca peluang yang ada disekitarnya tentu saja ini sangat positif sekali, “pungkasnya. (Monas)











