BIDIK NEWS | SURABAYA – Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terus agresif meramaikan pasar saham di Indonesia. Mereka berharap investor dalam negeri bakal semakin mendominasi pasar modal di Tanah Air.
Kepala Pusat Informasi Go Publik Jatim PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Dewi Sriana Rihantyasni menjelaskan, saat ini investor lokal sudah menguasai pasar bursa atau sudah mencapai 51,3 persen. “Di masa lalu pasar modal kita masih dikuasai asing. Kini kami terus berusaha agar investor lokal semakin mendominasi pasar bursa kita sendiri” ujarnya saat buka puasa bersama media di Dyandra Convention Center Surabaya, Rabu (30/5).
Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan memperbanyak jumlah galeri investasi untuk tempat pembelajaran bagi para pemula. Selain disediakan di kampus-kampus, galeri investasi itu juga sudah dioperasikan di pasar-pasar.
Saat ini sudah ada 5 galeri investasi yang dioperasikan di pasar-pasar. “Khusus di Jatim, pembukaan galeri investasi di pasar masih dalam perencanaan. Yang terbanyak masih di kampus-kampus,” kata Dewi Sriana.
Secara nasional, BEI berencana mengoperasikan 400 galeri investasi. Sekarang ini, sudah ada 388 galeri investasi yang 54 diantaranya dioperasikan di wilayah Jatim.
Pihaknya juga berharap, wilayahnya segera memiliki Desa Nabung Saham seperti beberapa kota lain di Indonesia. Selama ini pihaknya memang sudah secara konsisten melakukan sosialisasi dan edukasi pasar modal ke beberapa daerah.
Selain di kota besar, mereka juga melakukan hal serupa di wilayah pinggiran seperti di Purwodadi Pasuruan, Desa Tambong di Banyuwangi dan di Jember. Dengan cara itu pihaknya berharap seluruh lapisan masyarakat bisa memanfaatkan pasar modal untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Saat ini, Desa Nabung Saham sudah ada di Manado, Aceh, Balikpapan dan Papua. Bahkan belakangan respon masyarakat Papua untuk belajar di 13 galeri investasi yang disediakan, lumayan besar. (hari)








