BIDIK NEWS | SURABAYA – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menyebutkan, nilai inflasi di Jatim pada Februari 2018 sebesar 0,16%. Jumlah ini turun dibanding Januari 0,60%. Angka ini kalau dikomulatifkan mulai Januari ke Februari, indexnya sebesar 0.77% dan secara Year on Year (YoY) sebesar 3.01%.
Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono mengatakan, inflasi terjadi di 8 titik Kab/Kota yang menjadi wilayah pantauan inflasi. Antara lain Jember, Banyuwangi, Sumenep, Kediri, Malang, Probolinggo, Madiun dan Surabaya.
“Inflasi tertinggi terjadi di Probolinggo sebesar 0,31% dan inflasi terendah Surabaya 0,14%” ujar Teguh, Kamis (1/3).
Teguh menambahkan, komoditas bawang putih dan beras menjadi komoditas utama dari 10 kelompok penyumbang inflasi. Komoditas bawang putih mengalami kenaikkan harga 32,56%. Sedangkan beras mengalami kenaikkan harga 1,04%. “Sebenarnya harga beras sudah berangsur turun, tapi di Februari masih tinggi dibanding Januari,” lanjut Teguh.
Komoditas lain penyumbang inflasi diantaranya, bensin, emas perhiasan, sepeda motor, tomat sayur, upah pembantu dan cabe rawit. Sedangkan komoditas yang menahan laju inflasi antara lain, telur ayam ras, harga tarif angkutan udara, daging ayam ras dan wortel. (hari)









