BANYUWANGI | BIDIK.NEWS – Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi mulai melaksanakan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahap kedua terhadap hewan ternak sapi.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi meluasnya wabah penyakit tersebut.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Mohammad Khoiri melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, dr. Nanang Sugiharto mengungkapkan, sebanyak 15.800 dosis vaksin tahap kedua telah tiba di Banyuwangi.
“Hari ini telah kita mulai pelaksanaan vaksinasi PMK yang tahap kedua,” kata dr. Nanang, Rabu (27/07/2022).
Menurutnya, dari jumlah 15.800 dosis, sebanyak 5.800 dosis untuk vaksinasi ulangan tahap pertama (revaksinasi), sedangkan yang 10.000 dosis adalah untuk perluasan vaksinasi atau penambahan akspetor yang akan divaksinasi.
“Sebanyak 15.800 dosis yang kita terima ini, ditargetkan dalam 2 minggu harus sudah selesai didistribusikan,” ungkapnya.
Kegiatan vaksinasi tahap kedua ini, dilaksanakan menyeluruh di 25 wilayah Kecamatan. Hewan ternak sapi yang sebelumnya telah divaksin tahap pertama, hari ini direvaksinasi dengan vaksin tahap kedua.
“Jadi kita lakukan revaksinasi dulu, terutama untuk sapi perah akan kita dahulukan,” ujar dr. Nanang.
“Yang terpenting, setiap ternak yang akan divaksin harus tampak sehat dan tidak ada gejala sakit apapun,” imbuhnya.
Dr. Nanang juga menyebut, sebanyak 5.800 dosis vaksin tahap pertama kemarin, telah terealisasi untuk 5.773 ekor sapi. Sementara, jumlah ternak sapi di Banyuwangi saat ini adalah 146 ribu, masih sangat jauh dengan jumlah dosis vaksin yang telah diterima hingga saat ini.
“Memang masih sangat jauh, tapi kita tetap berusaha semaksimal mungkin,” tutur dr. Nanang
Dia juga mengungkapkan adanya sejumlah kendala selama pelaksanaan vaksinasi di Banyuwangi. Diantaranya, sistem pemeliharaan hewan ternak banyak yang menyebar, jadi membutuhkan waktu.
Selain itu, dalam satu botol vaksin berisi 100 dosis, dan 100 dosis itu harus habis atau selesai dalam 1 hari dan tidak boleh lebih dari 8 jam.
Kendala selanjutnya, yakni masalah administrasi, karena terkadang para peternak saat berada di kandang ternaknya tidak membawa kartu identitas atau KTP. Sedangkan prosesnya, nanti setiap ternak yang sudah divaksin juga akan mendapat sertifikat vaksin.
Hingga hari ini, lanjut dr. Nanang, respon para peternak sangat luar biasa, banyak yang meminta ternaknya untuk divaksin. Meski begitu, ada juga sejumlah peternak yang enggan ternaknya disuntik vaksin dengan berbagai alasan, diantaranya takut ternaknya tambah sakit, ada juga yang takut ternaknya yang sedang hamil nanti bisa keguguran.
“Saya harap kepada para peternak, disaat wabah PMK ini ada 3 hal yang harus diperhatikan, yaitu jangan beli ternak baru dulu, melarang orang yang tidak berkepentingan masuk ke kandang, dan menjaga kebersihan kandang,” pungkasnya.(nng)











