SEMARANG – Dalam rangka memberikan keterbukaan informasi publik, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) melaksanakan analyst meeting guna memaparkan kinerja keuangan tahun buku 2020 (audited) dan juga kinerja keuangan Maret 2021 melalui zoom meeting, di Semarang, pada Rabu 14 April 2021.
Dijelaskan oleh Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman, bahwa pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh belahan dunia, membuat sektor bisnis mengalami penurunan dan berdampak secara tak langsung terhadap kinerja industri perbankan. Maka itu, tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi industri perbankan. “Namun demikian, Bank Jatim bersyukur, di tengah-tengah pandemi Bank Jatim masih mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Year on Year/ YoY),” jelasnya.
Menurut Busrul Iman, kinerja keuangan Bank Jatim tahun buku 2020 menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh, bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year / YoY). Dan juga, jika dibandingkan dengan kinerja industri perbankan secara nasional dan regional Jawa Timur, pertumbuhan kinerja Bank Jatim berada di atas pertumbuhan rata rata.
Berdasarkan kinerja Desember 2020, aset Bank Jatim tercatat sebesar Rp 83,62 triliun atau tumbuh 9,00%, dengan laba bersih Bank Jatim tercatat Rp 1,49 triliun atau tumbuh 8,17 % (YoY).
Selain itu, selama tahun buku 2020, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 13,08 % (YoY), yaitu sebesar Rp 68,47 triliun. “Pertumbuhan DPK yang signifikan tersebut, menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim meningkat,” terangnya.
Sedangkan, dari sisi pembiayaan, kali ini Bank Jatim mampu mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, meskipun di tengah-tengah pandemi, yaitu tumbuh 8,16 % (YoY) atau sebesar Rp 41,48 triliun. “Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi, yaitu sebesar Rp 24,35 triliun atau tumbuh 5,42 % (YoY). Diikuti oleh kredit komersial sebesar Rp 10,33 triliun atau tumbuh 11,95, dan kredit di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebesar Rp 6,80 triliun,” paparnya.
Untuk komposisi rasio keuangan Bank Jatim periode Desember 2020, antara lain Return on Equity (ROE) sebesar18,77 %, Net Interest Margin (NIM) sebesar
5,55 %, dan Return On Asset (ROA) 1,95 %.
Lanjutnya, selama pandemi, Bank Jatim juga berpartisipasi dalam mendukung program restrukturisasi kredit yang dicanangkan oleh pemerintah. Sampai dengan Maret 2021, Bank Jatim telah melakukan restrukturisasi kredit kepada 3.297 debitur dengan total outstanding sebesar Rp 1,82 triliun atau sekitar 4,37% dari total penyaluran kredit Bank Jatim.
Dalam analyst meeting melalui zoom meeting tersebut, tak ketinggalan, Bank Jatim juga memaparkan kinerja keuangan Maret 2021 yang juga menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun sebelumnya (YoY). Dengan total aset tercatat Rp 89,65 triliun atau tumbuh 28,58 % (YoY), dan laba bersih tercatat Rp 448 miliar atau tumbuh 2,20 % (YoY).
Untuk penyaluran kredit Bank Jatim selama triwulan I 2021 tercatat Rp 41,73 triliun atau tumbuh 8,63 % (YoY), sementara DPK tercatat Rp 76,09 triliun atau tumbuh secara signifikan 31,72 %.
Dari kinerja tersebut, Bank Jatim optimis dapat mencapai target kinerja keuangan yang baik di tahun 2021 ini. Dengan beberapa langkah yang telah disiapkan dalam mendukung pencapaian target tersebut, salah satuya adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang akan dimulai lagi pada tahun ini dengan platforn Rp 1 triliun.
Selanjutnya, Bank Jatim juga akan berusaha meningkatkan market share untuk kredit multiguna yang saat ini masih sebesar lebih kurang 60 %. (rinto)
Polisi Ngawi Laksanakan Pengamanan Pengajian di Mantingan
NGAWI | bidik.news – Polres Ngawi Polda Jatim di bawah kepemimpinan Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H.,...
Read moreDetails










