BIDIK NEWS | JEMBER – Kegiatan panen padi dari anggota Kelompok tani (Pok Tani) Makmur Jaya di Dusun Tegalan , Desa Slateng , Kec Ledokobo Jember dilakukan bersama Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) . Panen bersama dilahan seluas 3 hektar milik H. Farhorozi menunjukan sikap gotong royong yang sudah menjadi budaya.
Babinsa dari Koramil 0824/06 Ledokombo , Serda Calisto yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, bahwa kegiatan pendampingan pertanian ini sudah secara rutin dilakukan bersama dengan PPL, ” Dalam panen di lahan yang ditanam padi varietas unggul ini menghasilkan 5,5 ton,” Ujar Serda Calisto. Dari hasil panen tersebut, Masih kata Serda Calisto,” Diharapkan hasil panennya dijual ke Bulog Sub Divre XI Jember. Ini untuk mendukung program pemerintah dalam mengatur distribusi beras. Sehingga harga dan stok beras tetap stabil dipasaran,” tandasnya.
Danramil 0824/06 Ledokombo, Kapten Inf Sumaryono mengatakan, bahwa kegiatan tersebut memang sudah menjadi salah tugasnya , salah satunya mendukung program pemerintah terkait kemandirian kebutuhan pangan salah satunya beras dengan memberikan penyuluhan cara-cara menanam padi yang baik, “Sebelumnya, lahan sawah di wilayah Kec. Ledokombo ini pola tanam dan panennya tidak serentak. Hal ini merupakan kebiasan petani yang sudah berjalan secara turun-temurun dan susah untuk dirubah,” katanya. Akibatnya, lanjut Sumaryono, pola tanam tidak serentak ini berpotensi rentan adanya serangan hama dan lain-lain. “Namun di wilayah Kec. Ledokombo hingga saat ini relatif aman dan kondusif pertaniannya,” ucapnya.
Sementara Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Inf Arif Munawar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran yang telah melaksanakan kegiatan pendampingan pertanian dengan baik, “kita sebagai daerah lumbung padi sangat diharapkan mampu memelihara, bahkan meningkatkan produksi padi di Jatim,” katanya. Diharapkan untuk menghadapi panen raya Maret 2018 ini, jajarannya hendaknya lebih intensif turun ke lapangan memonitor perkembangan pertanian. “Jangan sampai padi yang menjelang dipanen justru kedahuluan diserang hama,” pungkas Munawar. (Monas)
Teks : Babinsa bersama kelompok tani.(foto:ist)









