SURABAYA l bidik.news – Di tengah ketidakpastian situasi global yang kerap memicu lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di beberapa negara , justru kemampuan Pemerintah Indonesia tidak menaikan harga BBM dalam mengendalikan stabilitas energi nasional dan mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak.
Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jawa Timur, Sumardi, S.H., M.H., secara khusus memuji kinerja kementerian ESDM terkait atas kebijakan strategis tersebut.
Menurut Sumardi, keberhasilan pemerintah dalam menahan laju kenaikan harga BBM merupakan langkah fundamental yang sangat krusial, mengingat dampaknya yang berantai terhadap sektor ekonomi kerakyatan.
“Ini menjadi persoalan yang sangat mendasar. Kita tahu bahwa jika sampai terjadi kenaikan harga BBM, maka imbasnya akan langsung terasa dan menyambar pada lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat lainnya .
Sementara Indonesia saat ini masih bisa mengendalikan itu semua,” ujar Sumardi di ruang kerjanya DPRD Jatim pada kamis ( 9/2/2026).
Lebih lanjut, legislator Fraksi Golkar Jawa Timur ini menyoroti peran strategis Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga jabat Ketua Umum Partai Golkar dalam menjaga stabilitas nasional. Ia menilai, kebijakan yang diambil menunjukkan kepekaan yang tinggi terhadap kondisi sosial ekonomi di lapangan.
“Kemampuan Pak Bahlil dalam membaca berbagai macam situasi, termasuk kepekaan terhadap perasaan dan kebutuhan masyarakat, patut diacungi jempol. Beliau bisa mengukur ekspektasi publik sekaligus menyesuaikannya dengan kemampuan finansial negara,” jelas pakar hukum sekaligus politisi tersebut.
Sumardi juga meyakini bahwa keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM di tengah tekanan global bukanlah langkah instan, melainkan hasil dari perhitungan makro yang cermat serta sinergi lintas sektoral.
“Ini kan pasti sudah melalui banyak perhitungan yang begitu matang dengan melibatkan kementerian lain untuk melakukan koordinasi sebelum akhirnya diputuskan. Ini adalah sebuah capaian luar biasa yang perlu diberikan apresiasi tinggi, baik kepada kementerian terkait maupun kepada Presiden,” pungkas Sumardi asal Dapil Mojokerto dan Jombang. ( Rofik )











