BANGKALAN – Meningkatnya kasus aktif Covid-19 di Bangkalan, Dinas Kesehatan (Dinkes) akan memanfaatkan Balai Diklat di belakang Taman Makam Pahlawan sebagai tempat isolasi terpusat (Isoter).
Menurut data, mulai 20 Februari, sudah ada 26 kasus baru dengan total kasus aktif sebanyak 504. Untuk mengantusipasi menyebaran kasus ini dibutuhkan tempat Isoter.
Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyono mengungkapkan, peningkatan kasus Covid-19 di Bangkalan kian signifikan. Sehingga sangat dibutuhkan tempat isolasi terpusat bagi pasien yang terpapar, agar penyebarannya bisa diatasi dan tidak semakin meluas.
“Kita sudah menghadap ke Pak Bupati untuk kembali memanfaatkan Balai Diklat, sarana prasarana dan petugas medis sudah kita siapkan. Kita hanya tinggal menunggu persetujuannya,” ungkapnya.
Meski banyak kasus baru yang dilaporkan, Yoyok, sapaan akrabnya, mengaku masih belum menemukan kasus varian Omicron. “Sudah ada beberapa sampel yang dikirim ke Surabaya untuk dilakukan uji. Alhamdulillah hingga saat ini belum ditemukan varian Omicron. Semua kasus aktif itu masih varian delta,” imbuhnya.
Akan tetapi, dia mengaku tidak mengetahui cluster Covid-19 yang kini meningkat. Namun, Yoyok menjelaskan, rata-rata penularan dipicu dari pasien terpapar saat perjalanan bersama keluarga dan ada juga yang dari perkantoran.(Clis)










