KOTA BATU – Kota Batu menjadi salah satu daerah rawan banjir, tanah longsor, tanah amblas, angin kencang, dan angin puting. Untuk itu Pemkot Batu bersama Polri dan TNI menggelar apel siaga darurat bencana yang dilaksanakan di Jalibar Desa Oro-oro Ombo Kota Batu, Selasa, (08/01/2020).
Status siaga darurat bencana tersebut mengacu dari trigger atau pemicu seperti hujan, potensi angin, kondisi kesadaran masyarakat yang membuang sampah sembarang tempat, dan gundulnya hutan yang ada di Gunung Panderman dan Arjuna akibat kebakaran hutan tahun lalu.
Selain itu, adanya prakiraan dari BMKG bahwa Kota Batu selama lima hari kedepan akan mengalami hujan. Begitu juga dengan terjadinya banjir dan angin kencang yang telah melanda beberapa daerah akhir-akhir ini.
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko selaku pemimpin apel menyampaikan bahwa apel siaga bencana yang digelar untuk mempersiapkan personil gabungan hingga logistik.
“Apel bencana bersama Polres Batu dengan Pemkot ini merupakan perintah dari Presiden RI dan Kapolri dalam mengantisipasi musim hujan. Selain itu dari perkiraan cuaca yang ekstrem,” ujar Dewanti.

Dewanti melanjutkan, apel yang digelar merupakan kewaspadaan dan kesiapan. Mengingat Kota Batu sangat beresiko terjadi banjir dan longsor dilihat dari kontur tanah.
Meski begitu, untuk peringatan lebih dini diungkapnya BPBD Kota Batu telah memiliki peralatan early warning system (EWS) di beberapa titik seperti Cangar Desa Sumberbrantas dan Songgoriti Kelurahan Songgokerto.
Selain itu untuk menekan angka korban kebencaan di Kota Batu pihaknya melakukan program mitigasi bencana di Kota Batu. Yakni meningkatkan pelatihan desa tangguh bencana, pelatihan penanganan darurat bencana, dan pelatihan ke sekolah-sekolah.
“Saya telah menginstruksikan kepada Kades/Lurah dan masyarakat untuk waspada iklim ekstrem. Serta agar menjaga kebersihan lingkungan. Saya juga pesan agar ketika ada tanda bahaya bencana masyarakat agar cepat menyelamatkan diri dan jangan mementingkan harta benda,” urainya.
Sementara itu, Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama SIK MIK menambahkan bahwa apel siaga bencana melibatkan TNI, Polri, BPBD, Dinkes, PMI, dan organisasi masyarakat lainnya. Harapannya agar ada kesiapan ketika terjadi bencana di Kota Batu.
“Dalam apel yang digelar, kami juga melakukan simulasi banjir dan tanah longsor. Karena dua bencana tersebut menjadi potensi bencana di Kota Batu,” imbuhnya.
Harvi menambahkan, pihaknya bersmaa BPBD juga mempersiapkan posko bencana. Tujuannya ketika terjadi bencana msyarakat bisa langsung menuju ke Posko bencana yang berada di beberapa tempat. Salah satunya di Posko BPBD Punten.
Selain apel dan simulasi, Pemkot dan Polres Batu juga melakukan tanam pohon secara simbolis sebanyak 200 pohon. Kemudian dalam waktu dekat bersama DLH juga akan melakukan tanam pohon besar-besaran sebanyak 2000 pohon di seluruh Kota Batu.








