BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Ada yang unik saat kedatangan Obor Asian Games Ke-18 tahun 2018 di Kabupaten Banyuwangi, Minggu (22/07).
Adalah sosok Achmad Zulkarnain (26), seorang penyandang disabilitas berprestasi asal Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, yang didapuk sebagai salah satu pembawa Obor Asian Games di Banyuwangi.
Meskipun dalam kondisi yang tidak sempurna, Zul sapaan akrab Achmad Zulkarnain antusias mendapat amanat pembawa Obor tersebut.
“Saya bersyukur dengan adanya even sebesar ini, kita sebagai penyandang disabilitas difabel dilibatkan,” ujar Zul.
Dia mengungkapkan, perasaannya sangat senang dan bangga karena bisa membawa nama Banyuwangi dan membawa nama teman-teman penyandang difabel.
“Saya harap teman-teman difabel selalu semangat, agar masyarakat tidak memandang kita sebelah mata, dan memberi kesempatan-kesempatan yang lebih lebar untuk kita berkreasi dan berkarya,” cetusnya.
Zul mengaku selama sekolah dirinya selalu berprestasi diantaranya untuk Mapel Matematika dan IPA, serta berhasil menjuarai perlombaan puisi, mengarang dan lain sebagainya.
“Tapi saya sekarang lebih fokus di fotografer, sempat mengikuti sekolah di Darustriadi School of Fotography di Senayan Jakarta. Dan insyaallah besok pada bulan Oktober mengisi coching clinic di Istanbul Turki.
Zul juga tidak menyangka dirinya bisa terpilih menjadi salah satu pembawa Obor Asian Games. “Awalnya saya tidak tahu, mungkin ini surprise dari Pemkab Banyuwangi, beberapa waktu lalu saya sempat ngobrol dengan beberapa pihak yang ada di Dispora, yang menawarkan bagaimana nanti kalau ada even Asian Games saya dilibatkan membawa obor, kira-kira bisa nggak, dan mampu nggak, membawa obor, dan saya bilang saya mampu,” paparnya.
Zul berharap bisa dilibatkan pada even ini, karena disini dirinya bisa menyuarakan teman-teman sesama difabel.
Obor Asian Games di bawa Zul dengan berjalan kaki bersama Bupati Anas dan rombongan sekitar 50 meter, kemudian Zul naik kursi roda dengan didorong oleh Bupati Anas hingga mencapai 500 meter.(nng)











