BIDIK NEWS | SURABAYA – Puluhan massa mendatangi kantor Polrestabes Surabaya. Mereka mengatasnamakan ‘Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat’ menggelar aksi damai.
Mereka menuntut dan menggugat pihak kepolisian untuk serius menangani kasus perkara terkait tragedi jatuhnya penonton drama kolosal di viaduk rel kereta pekan lalu.
Dalam aksinya, mereka membawa spanduk bertuliskan ‘iki Suroboyo cok wani berbuat kudu wani tanggung jawab’ dan cukup sekali insiden berdarah pada 9 november 2019 lalu.
Ditambah dengan suara di microfon salah satu peserta dengan lantang menyuarakan, Ingat kawan,”Nyawa sudah berguguran !” Ketika peristiwa sudah gamblang terjadi dan pasti hukum harus berjalan sesuai norma-nya.
Mereka juga memeragakan aksi treatikal korban jatuhnya penonton Surabaya membara di viaduk rel kereta api itu, tepat dipintu gerbang depan Mapolrestabes Surabaya.
“Aksi damai yang kami gelar, untuk mendukung pihak kepolisian menangani kasus perkara tragedi drama kolosal ‘Surabaya membara’, dan segera menetapkan tersangka,” Ujar Ketua aksi Udin Sakera, di depan Mapolrestabes Surabaya, Jum’at (16/11).
Udin menambahkan, kami ingin polisi mengawal dari pihak korban yang katanya dapat santunan itu harus jelas penerimanya dan diberikan secara langsung kepada korban.
Selanjutnya, Kami berharap proses semua ini untuk pembelajaran bagi seluruh instansi pemerintahan, baik dari Pemerintah Kota Surabaya dan Pemprov Jatim.
“Apabila menyusun sebuah acara harus melibatkan semua unsur dan tidak boleh terjadi lagi tragedi tersebut,” Imbuhnya. (Riz)










