JEMBER|BIDIK NEWS Forkopimda Kabupaten Jember bersama manajemen Jember Fashion Carnaval (JFC), pimpinan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan, dan sejumlah tokoh agama mengadakan pertemuan di Pendopo Bupati, Selasa (6/8/2019).
Pertemuan tersebut membahas polemik “umbar aurat” yang terjadi dalam penyelenggaraan Grand Carnival JFC pada Minggu (4/8/2019) kemarin.
Para pihak hadir di pendopo pada sekitar pukul 13.00 WIB. Pertemuan baru dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Namun sayang, pertemuan tersebut berlangsung tertutup bagi awak media.
Berdasarkan pengamatan Bidiknews, sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Kepala Staf Kodim 0824 Jember Mayor Inf Sampak, Bupati Jember dr Faida, dan Wakil Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief. Sementara, pihak ormas yang hadir di antaranya dari PCNU Jember, PCNU Kencong, Muhammadiyah, dan Parisada Hindu.
Setelah menunggu sekian jam terlihat pintu ruang rapat terbuka, dan melihat para tokoh yang ikut dalam rapat tersebut perlahan meninggalkan ruangan,dengan sigap para Awak Media langsung mendekat kepada para tokoh untuk dimintai informasinya hasil rapat yang berlangsung.
Ketua MUI Jember Prof.KH. Halim Subahar saat di tanya apa hasil dari rapat menyampaikan” ya pihak JFC dan Bupati masing-masing mintak maaf,dan hal-hal seperti itu dijamin tidak akan terjadi di kemudian hari,” ujarnya.
Oleh itu kami berharap tidak akan ada gerakan turun ke Jalan,percayakan kepada tokoh-tokoh agama yang hadir hari ini,dimana hal ini sudah menjadi catatan Bupati.
Sementara Bupati Jember dr.Hj Faida MMR, dihadapan para Awak Media menyampaikan, terima kasih rakan-rakan Media sudah menunggu dengan sabar hingga acara tersebut berjalan dengan hikmad
“Tidak ada rahasia,tetapi sangat perlu memberi ruang dan waktu untuk semua orang menyampaikan apapun yang ingin disampaikan tampa rasa khawatir ada efek-efek dari apa yang ingin di sampaikan,” jelasnya.
Ini bukan sekedar soal JFC,tapi soal pembenahan Jember secara mendasar,dari masukan semua pihak, intinya,meskipun JFC bertaraf Internasional namun diselenggarakan di Kabupaten Jember,kita semua sepakat ada norma-norma yang tidak boleh di tinggalkan.
Bahwa ada hal-hal yang perlu diperbaiki,ada hal-hal di luar rencana dan ada hal yang terlewat disampaikan kepada talent penyumbang,pihak manajemen JFC tadi sudah menyampaikan permohonan maafnya dan Bupati-Wakil Bupati turut meminta maaf.
“Apapun yang terjadi di Jember,walaupun even ini ada manajemenya, pemerintah Daerah tidak masuk dalam ditel konten, namun karna terselenggara di Jember, yang paling bertanggung jawab adalah saya sebagai Bupati Jember,” tegasnya. (Monas)











