BIDIK NEWS | Surabaya – Kehadiran wartawan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mungkin dianggap dapat mengganggu pekerjaannya. Sehingga membuat oknum di Kejari Surabaya yang hanya menjabat sebagai staff di Kasi Pidum bertindak berlebihan alias arogan. Ironisnya sikap arogansi itu hanya diberlakukan terhadap wartawan , sedangkan kepada pihak lain , seperti tamu lain yang berhubungan dengan hukum sangat santun tanpa menunjukan sikap arogansi . Perbedaan ini yang menimbulkan pertanyaan negatif ” Ada apa sebenarnya dengan kinerja Kejari Surabaya” .
Hal ini dialami oleh wartawan BIDIK saat akan menemui jaksa Ali Prakosa. Karena dirasakan sangat sulit mendapatkan informasi dengan perkara yang ditangani jaksa tersebut saat berada di Pengadilan Negeri Surabaya, maka salah satu upaya , yaitu menemui di kantornya.
Namun pada saat dikantor Kejari Surabaya, salah seorang staff Kasipidum bernama Untung. Saat bersalaman Untung yang merupakan tenaga honorer tersebut langsung menarik tangan Jaka untuk dibawa keluar tanpa memberikan alasan apapun. Tak cukup sampai disitu, Untung juga memarahi security yang berjaga di situ kenapa kok bisa sampai ada wartawan yang masuk . Security paruh baya itupun hanya diam saja melihat kemarahan Untung.
Jaka langsung menanyakan terkait keberadaan Ali Prakosa kepada Untung, dia menjawab bahwa jaksa Ali sedang sidang sambil berlalu pergi , ” Ga ada, sedang sidang, ” ucapnya singkat
Ketika ditanya melalui pesan aplikasi whatsaap tentang jaksa Ali sidang dimana, Untung tak membalasnya padahal sudah di bacanya pesan tersebut.
Sikap tertutup dari Untung seakan-akan ingin menutupi rahasia di kantornya . Sampai mengusir seorang wartawan yang sudah menjadi bagian tugasnya sebagai kontrol sosial yang ingin menggali informasi di lingkungan Kejari Surabaya .(jak)











