Kota Batu|BIDIK–Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu mengirimkan kontingen yang terdiri dari 30 anggota korps sukarelawan (KSR) PMI Kota Batu untuk berpartisipasi mewakili Kota Batu dalam kegiatan Temu Karya Sukarelawan (TKS) tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di PLTA Serut, Kabupaten Blitar selama lima hari kedepan terhitung sejak 26–30 Juli 2017.
Meskipun telah berangkat sejak Selasa pagi kemarin (25/7), organisasi yang bergerak di bidang sosial kemanusian tersebut dihadapkan pada problematika dana operasional untuk biaya akomodasi selama mengikuti agenda TKS yang dihelat per lima tahun sekali.
Hingga keberangkatannya pada Selasa kemarin (25/7) kucuran bantuan dana operasional di tahun 2017 untuk PMI Batu tak kunjung cair. Kepala Markas PMI Kota Batu, Abdul Muthalib menerangkan setiap tahunnya, PMI ditopang bantuan dana operasional senilai Rp. 75 juta yang alokasi anggarannya berada di Bagian Administrasi Kesejahteran Rakyat (Adm. Kesra) dan Sosial Pemkot Batu.
“Dana operasional masih belum turun. Bendahara PMI telah menanyakan hal tersebut, namun pihak Kesra belum bisa mencairkan dana tersebut tanpa ada penjelasan detailnya,” terang Abdul Muthalib pada Rabu pagi tadi (26/7).
Pihaknya mengasumsikan, biaya yang dibutuhkan selama lima hari berpartisipasi mengikuti TKS Provinsi Jawa Timur, senilai Rp. 77 juta. Untuk menyiasati kendala dana operasional sebesar itu, PMI Kota Batu menggunakan kas intern guna memback up segala kebutuhan operasional agar bisa berlaga mewakili Kota Batu di kegiatan tersebut.
“Harapannya karena kegiatan ini mewakili Kota Batu di bidang kesehatan, pelayanan sosial dan tanggap darurat bencana diharapkan ada wujud partisipasi dari Pemkot Batu semaksimal mungkin,” tukas dia.
Abdul Muthalib menambahkan, dalam kegiatan tersebut KSR PMI Kota Batu mendemonstrasikan lintas keterampilan penanggulangan bencana, seperti simulasi tanggap darurat bencana, penyuluhan sanitasi, penyuluhan kesehatan masyarakat dan penyuluhan donor darah.
Kontingen yang terdiri dari 30 anggota KSR tersebut nantinya akan dibagi dalam beberapa bidang, meliputi assessment PMI, tanggap darurat bencana, pertolongan pertama, dapur umum, restoring family link (RFL) atau pemulihan hubungan keluarga dampak dari bencana alam ataupun konflik sosial.
Sementara, Kasubag Kesra Pemkot Batu, Atim menjelaskan dana bantuan operasional telah disiapkan, hanya saja persyaratan administrasi untuk mencairkan dana tersebut perlu dilengkapi. Ia menerangkan dalam pengajuan proposal dana bantuan operasional harus melalui tahapan verifikasi.
Menurut Atim, pihak Administrasi Kesra dan Sosial Pemkot Batu telah mengonfirmasi kepada PMI Kota Batu perihal ketersedian dana bantuan operasional. Namun hingga kini (Rabu, 26/7), PMI Kota Batu belum hadir menemui dirinya.
“Makanya mereka yang mengatakan seperti itu suruh hadir menemui saya. Dana telah disiapkan, tinggal ambil saja. Kalau persyaratannya nggak lengkap kami gak berani mencairkan dananya,” timpal Atim saat ditemui di ruang kerjanya. (Didid)








