BANYUWANGI|BIDIK, Mahkamah Agung (MA) RI menyerahkan sertifikat akreditasi penjaminan mutu kepada Pengadilan se-Indonesia serta melakukan pembinaan teknis hakim dan panitera se-Jatim yang dipusatkan di Kabupaten Banyuwangi.
Acara yang dihadiri langsung oleh Ketua MA RI dan 450 hakim itu digelar di pendopo Shaba Swagata Blambangan Banyuwangi, mulai Senin hingga Rabu (24-26/07).
Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. Muhammad Hatta Ali, MH. mengatakan tahun ini ada 117 lembaga peradilan yang mendapatkan akreditasi untuk meningkatkan pelayanan peradilan.
Ratusan lembaga peradilan itu diantaranya Pengadilan Tinggi baik yang bertipe A maupun B diumumkan mendapat sertifikat akreditasi berpredikat baik.
Pengadilan Tinggi (PT) tipe A yang mendapat predikat (A) Excelent yaitu PT Medan, Padang, dan Makasar. Sedangkan, untuk akreditasi PT tipe B yang mendapat sertifikat berpredikat (A) excelent itu antara lain, PT Palangkaraya, Bengkulu, Kalimantan timur (Samarinda), NTB (Mataram), Palu, Jambi, Ambon, Gorontalo, Kupang dan Pontianak. Namun ada jugabeberapa PT tipe ini yang masih mendapat predikat akreditasi B, yaitu PT Riau, Bangka Belitung, Jogjakarta dan Maluku Utara.
Sementara sertifikat akreditasi A excelent bagi Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus diberikan pada PN Surabaya dan PN Tanggerang. Sedangkan, PN Semarang dan PN Medan harus puas mendapat akreditasi B.
“Bagi Pengadilan Negeri kelas 1A yang kita beri predikat excelent atau akreditasi A di antaranya, PN Banyuwangi, Tegal, Jember, Denpasar, Mataram, Bandung, Sukoharjo, Kupang, Sumbu Minahasa dan Cibinong,” papar Hatta.
Ditambahkannya, MA juga memutuskan pada PN Palu harus mendapat akreditasi B, di urutan selanjutnya ada PN Samarinda, Pontianak, Bengkulu, Tasikmalaya, Ambon dan Padang.
Akreditasi A selanjutnya juga diberikan pada Pengadilan Negeri kelas 1B. Sertifikat ini untuk PN Gianyar Bali, Boyolali, Cianjur, Bukit Tinggi, Pekalongan, Sorong, Tabanan, Bogor, Bojonegoro serta 24 PN lainnya.
“PN Bondowoso, Pangkal Pinang, Ternate dan puluhan PN lainya masih perlu ditingkatkan karena mendapat akreditasi B,” imbuhnya.
Menurut Hatta, MA memilih Banyuwangi sebagai kontribusi untuk mengembangkan daerah-daerah potensial baru seperti Banyuwangi.
”Kita ingin acara ini tidak sekadar penyerahan sertifikat dan pembinaan hakim saja, tapi juga memiliki manfaat bagi daerah yang menjadi tuan rumah. Ada perputaran ekonomi yang positif bagi warga,” ungkapnya.
Banyuwangi sendiri, lanjut Hatta, merupakan daerah yang memiliki prospek tinggi dalam bidang pariwisata. Selain itu, juga mempunyai kinerja pembangunan yang cukup baik.(nng)








