SURABAYA – Tahun ini, penghargaan Paritrana Award akan kembali digelar untuk memberikan apresiasi kepada Pemda, perusahaan dan pelaku usaha yang sepanjang tahun 2021 mendukung penuh implementasi dan tertib administrasi jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah masing-masing.
Plh. Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono membuka kegiatan Sosialisasi Paritrana Award 2021 dan Implementasi Keputusan Gubernur tentang Tim Koordinasi Pembinaan Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja di Jawa Timur. Heru memberikan apresiasi kepada penerima Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Paritrana) Award 2020 lalu, Yaitu RSNU Tuban terbaik ke-3 kategori perusahaan menengah dan Pesona Osing Banyuwangi kategori Usaha Kecil Mikro (UKM). Paritrana Award tahun ke-5 ini akan menilai kapitalisasi potensi atas terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) No. 2/2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 27/2021.
“Pemerintah daerah agar mendukung pelaksanaan kegiatan Paritrana Award di Jawa Timur,” pungkas Heru kepada wartawan usai membuka kegiatan di hotel JW Marriot Surabaya, Rabu (3/11/2021).
Sementara itu Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jatim, Deny Yusyulian mengapresiasi langkah Pemda dan perusahaan peserta yang berhasil meraih Paritrana Award di 2020 dan berharap dapat mempertahankan gelar yang sudah diterima. Adapun kategori yang diberikan sama dengan periode penganugerahan di tahun sebelumnya dengan melibatkan tim penilai yang merupakan perwakilan dari pemerintah, ahli jaminan sosial, ahli kebijakan publik, ahli pemberdayaan masyarakat, unsur pengusaha, unsur serikat pekerja dan BPJAMSOSTEK.
“Periode penilaian untuk penghargaan ini diambil dari awal Januari sampai penghujung 2021. Proses penilaian dilakukan dalam beberapa tahap, dan nantinya akan dilakukan wawancara bagi kandidat yang dinyatakan lolos pada seleksi penyisihan. Pada tahun ini kriteria penilaian ditambahkan indikator perlindungan relawan Covid-19 sebagai bagian perlindungan pekerja rentan,” kata Deny.
Paritrana Award ini merupakan inisiasi dari Pemerintah RI melalui Kemenko-PMK RI bersama BPJS Ketenagakerjaan yang sudah dimulai sejak 2017 lalu. Tujuannya untuk memberikan penghargaan kepada Pemda dan Pelaku Usaha yang dinilai telah mengimplementasikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja dengan baik.
“Semoga para kandidat tahun ini bisa mencapai hasil yang maksimal sebagai buah dari usaha besar dalam mendukung dan mengimplementasi jaminan sosial ketenagakerjaan di daerah dan perusahaan masing-masing. Semoga Paritrana Award ini menjadi pemicu semangat yang memotivasi semua pihak, agar perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja di Indonesia dapat segera terwujud,” ujar Deny.
Saat ini coverage sektor formal di Jatim mencapai 29%, sedangkan informal baru 4% “Kita ingin kesejahteraan peserta meningkat, dan kami memberikan apresiasi dan mendorong badan usaha berpartisipasi CSR dalam program Gerakan Nasional Peduli Perlidungan Pekerja Rentan seperti tukang becak, petani, marbot, pemulung dll,” tutup Deny.
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan manfaat program BPJAMSOSTEK berupa santunan kematian kepada para ahli waris almarhum dan beasiswa pendidikan. Masing-masing kepada ahli waris alm. Kasiyanto dari PT Jatmiko Cipta Karya, alm. Rendra Nur Haryono dari PT Salam Pasific Indonesia Lines dan alm. Patmiasih dari PT HM Sampoerna. Serta beasiswa kepada Debby S.R. (SD) Rp 1,5 juta/tahun. Rafa Ibnu H.H (SD) Rp 1,5 juta/tahun dan Albianto Y (SD) Rp 1,5 juta/tahun serta Vega M.D (Perguruan Tinggi) Rp 12 juta/tahun.










