SURABAYA|BIDIK – Adanya kebijakan pemerintah terkait pengetatan tata laksana importasi barang membuat sejumlah importir was-was. Apalagi beredar khabar terkait hal tersebut dibentuk Satgas yang tujuannya sebagai fungsi pengawasan. Dampak dari kebijakan tersebut sejumlah importir menghentikan seluruh kegiatannya.
Sebagai indikasinya hampir ratusan kontainer barang impor direekpor (dikembalikan kenegara asal).Hal itu dilakukan dikarenakan kebijakan tersebut belum tersosialisasi,” Kita belum mengetahui isi kebijakan tersebut, yang berkembang hanya isu-isu yang menakut -nakuti para importir,” tandas salah seorang importir menanggapi kebijakan tersebut.
Selain itu, Ancaman para importir akan menghentikan kegiatannya, tentunya akan berdampak terhadap pendapatan KPPBC Tipe Madya Tg Perak dari pajak impor (Bea Masuk), “Tentu efek dominonya dari target pendapatan pajak impor,kalau tidak ada yang impor tentunya tidak ada pendapatan dari pajak impor, “Masih kata salah seorang importir yang menganalisa dampak dari kebijakan tersebut.
Selain itu, kebijakan tersebut juga sudah dirasakan para pengusaha retail spare part sepeda motor, ” Nanti ini akan berdampak dengan harga spare part-spare part dari china pasti akan naik,” tandas Hans salah pedagang retail spare part sepeda motor.
Terkait kebijakan tersebut Kepala KPPBC. Tipe Madya. Tg Perak Surabaya, F Rizal belum dapat dikonfirmasi. (Imron)









