BANYUWANGI – Komisi IV DPRD Banyuwangi memberikan apresiasi positif terhadap kinerja Dinas Pendidikan (Dispendik) terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021-2022.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Ficky Septalinda dalam rapat koordinasi (rakor) bersama Dinas Pendidikan yang digelar di Ruang Rapat Khusus DPRD, Rabu (16/06/2021).
Hadir dalam rakor tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, Kepala Bidang SD dan SMP, Forum Komite dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) jenjang SD dan SMP tersebut,

Menurut Ficky, apresiasi tersebut disampaikan karena Dinas Pendidikan telah maksimal memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang persyaratan, tata cara dan tahapan-tahapan PPDB sehingga minim adanya keluhan.
Brdasarkan laporan yang disampaikan oleh Dispendik, pelaksanaan PPDB jenjang pendidikan PAUD, SD dan SMP untuk tahun ajaran 2021-2022 ini telah berjalan baik dan maksimal serta tidak ada permasalahan.
“Secara detail Dispendik melaporkan bahwa pelaksanaan PPDB jenjang pendidikan PAU,SD dan SMP tahun 2021 di Banyuwangi sudah berjalan maksimal, dan alhamdulillah tidak ada persoalan,“ ucap Ficky Septalinda saat dikonfirmasi media.
“Ini evaluasi yang positif, berarti sosialisasi yang dilakukan teman-teman Dispendik menjelang pelaksanaan PPDB sudah maksimal,” imbuh politisi PDI-Perjuangan asal Kecamatan Glenmore ini.
Ia juga mengungkapkan, pelaksanaan PPDB melalui jalur zonasi merupakan kebijakan pemerintah yang wajib dilaksanakan. Sistem zonasi adalah upaya untuk mencapai pemerataan kualitas pendidikan agar nanti seluruh peserta didik dapat mengakses pendidikan yang berkualitas.
“Aturan PPDB sistem zonasi ini harus diterapkan secara maksimal sebagai upaya pemerataan pendidikan, yang tentunya pemerintah juga harus menyediakan SDM, sarana prasarana pendidikan secara merata pula di seluruh wilayah,“ terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Suratno menyampaikan, bahwa secara umum pelaksanaan PPDB tahun 2021 di Banyuwangi berjalan cukup baik dan lancar.
“Pelaksanaan PPDB Tahun 2021 dari jalur prestasi akademik maupun non akademik, raport, afirmasi,tingkat ekonomi, difabel, perpindahan orang tua maupun jalur zonasi berjalan relative lancar,” ucap Suratno.
“Bagi masyarakat, apabila hingga penutupan PPDB putra putrinya belum mendapatkan sekolah, Dinas Pendidikan akan merespon melalui program pendidikan yang ada di Kabupaten Banyuwangi yakni Garda Ampuh,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Banyuwangi ini sejak beberapa tahun lalu punya program yang disebut Garda Ampuh, yang dilatar belakangi oleh satu komitmen Bupati sejak awal, yaitu anak usia sekolah di Banyuwangi tidak boleh tidak sekolah.
Sehingga, program Garda Ampuh nantinya akan di implementasikan pada saat pelaksanaan PPDB selesai, dengan mengintruksikan kepada seluruh sekolah baik negeri maupun swasta jika menemukan anak tidak sekolah di sekitar wilayahnya, wajib mengambil dan menerima anak tersebut untuk sekolah.
“Selesai pelaksanaan PPDB, kami instruksikan kepada semua sekolah dari jenjang PAUD, SD hingga SMP, jika menemukan anak yang belum sekolah, maka sekolah terdekat wajib mengambil dan diterima di sekolah itu, meski pagu yang tersedia telah penuh , “ tegasnya.
Menurut Suratno, pagu itu hanya pembatasan saat pelaksanaan PPDB berjalan, tetapi ini urusan bagaimana Negara atau Pemerintah hadir untuk memfasilitasi warga masyarakat yang belum sekolah.
“Yang kita ambil adalah anak yang belum sekolah dan belum pernah daftar sekolah, teknisnya nanti sekolah akan berkoordinasi dengan pimpinan wilayah sepeti Lurah atau Kepala Desa dan Camat,“ pungkasnya.(nng)








